Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ratna Sarumpaet Dianiaya Adalah Hoax, Ternyata Oplas dan Akting

0 237

Jakarta, TN – Memalukan!. Ditengah anak bangsa sedang berduka akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Ratna Sarumpaet justru berakting dianiaya hingga wajahnya lebam padahal karena operasi plastik (oplas).

Ironisnya, akting Ratna justru diaminkan oleh Cawapres Nomor. 2, Prabowo Subianto.

Dikutip dari viva, Prabowo Subianto mengatakan Juru Kampanye Nasionalnya, Ratna Sarumpaet, yang menjadi korban aniaya sekelompok orang, tak bisa mengingat pelakunya. Sebab, Ratna ketakutan.

“Dia ketakutan, dia nggak lihat, dia nggak ingat. Anda pernah digebukin enggak? Ini ibu-ibu umur 70 tahun digebukin, bicara sama saya saja ketakutan ya,” kata Prabowo di kediamannya, Jakarta, Selasa malam, 2 Oktober 2018.

Selain Prabowo petinggi partai Gerindra, Fadli Zon juga membenarkan Ratna Sarumpaet telah dianiaya.

Kabar Ratna Sarumpaet dianiaya pada tanggal 21 Maret 2018, dengan cepat menjadi viral di media sosial dan memicu komentar dari perbagai kalangan. Tak mau kalah cepat, Polri melakukan penyelidikan kebenaran atas kasus ini. Polri menyebut tidak ada rumah sakit di banding dan manifes penumpang pada semua maskapai atas nama Ratna Sarumpaet pada 21 September.

Dilansir liputan6.com, berdasarkan penyelidikan Polda Jabar, ditemukan bahwa tidak ada konferensi negara asing di Jabar pada tanggal 21 September 2018. Kemudian, berdasarkan hasil pengecekan 23 rumah sakit di Jawa Barat, tak ada pasien atas nama Ratna Sarumpaet.

Hasil koordinasi dari pihak Bandara Husein, seperti sopir taksi, avsec, sopir rental, porter, dan tukang parkir, mereka tak mengetahui peristiwa penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Kemudian, tak terdapat manifes kedatangan atau keberangkatan penumpang atas nama Ratna Sarumpaet.

Sementara, Polda Metro Jaya menyelidiki bahwa jejak Ratna dalam waktu yang disebutkan dianiaya tengah berada di Jakarta. Hal itu terlihat dari call data record dan pembayaran di sebuah rumah sakit khusus bedah plastik di Menteng, Jakarta Pusat.

Fakta atau hoax kabar Ratna Sarumpaet dianiaya akhirnya terungkap sudah.

Ratna mengakui bahwa tanggal 21 September 2018, dia sebenarnya menemui dokter bedah plastik di Jakarta.
“Tanggal 21 saya mendatangi RS khusus bedah, menemui dr Sidiq ahli bedah plastik. Kedatangan saya karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi,” kata Ratna dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/10/2018), dikutip dari detiknews.
Apa yang saya katakan ini akan menyanggah terjadinya penganiayaan,” ucapnya.

Pengakuan Ratna Sarumpaet ini harus diwaspadain oleh semua pihak. Publik juga jangan mudah terkecoh dengan sajian digital di medsos.

Kasus ini juga membuktikan adanya skenario yang sengaja dibangun dan dieksploitasi ke publik, oleh kelompok tertentu yang bertujuan untuk memancing kebencian dan menggiring agar publik tidak percaya pemerintah.