Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

PT. GAK NIKKEL Diminta Kaji Ulang Keputusan Outshorcing Karyawan Lokal

0 90

Waisai, TN- Anggota DPR Papua Barat dari Fraksi Otonomi Khusus (Otsus), Abraham Goram Gaman, menanggapi serius persoalan yang dihadapi karyawan lokal di PT.GAK NIKKEL, yang rencananya akan dialih status sebagai tenaga outshourcing melalui PT. OMI sebagai penyalur tenaga kerja.

Perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan ini, terletak di kampung Gak, distrik Waigeo Barat Kepulauan, Raja Ampat Papua Barat.

Menurut Bram Goram, aksi palang yang dilakukan oleh karyawan lokal bersama masyarakat setempat merupakan bentuk protes yang dilakukan terhadap pihak manajemen perusahaan yang rencananya akan mengalih status mereka sebagai tenaga kerja lepas.

“Sikap yang diambil masyarakat itu merupakan bentuk protes mereka terhadap perusahaan. Karyawan lokal yang nota bene adalah anak-anak di area perusahaan itu menginginkan agar mereka tetap ada didalam payung PT.GAK bukan dipindahkan lalu dijadikan tenaga kerja lepas,” ujarnya.

Mantan aktivis lingkungan ini, minta agar manajemen perusahaan harus mengkaji ulang keputusan yang ada, segingga tidak terjadi konflik sosial.

“Mereka itu (karyawan.red) juga bagian dari masyarakat adat yang harus diperhatikan lebih, sehingga perusahaan juga harus mengkaji ulang keputusan tersebut,” tegas Bram Goram.

Sebagai perwakilan dari masyarakat adat di DPR Papua Barat, Abraham Goran Gaman, menegaskan kepada perusahaan, khusuanya PT.GAK NIKKEL, untuk memperhatikan masyarakat di area ring satu, sebagai entri point yang penting dalam masyarakat adat.

Sampai saat ini palang yang dilakukan oleh karyawan lokal bersama masyarakat adat kampung Gak, sebagai bentuk protes terhadap manajemen perusahaan belum kunjung dibuka, sehingga aktifitas pekerjaan untuk sementara dihentikan.(*)

Anda mungkin juga berminat