Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sosialisai Dapil, KPUD Tawarkan Tiga Opsi Pemetaan Alokasi Kursi

0 243

Waisai, TN – Komisi Peilihan Umum Daerah (KPUD) Raja Ampat menawarkan tiga opsi daerah pemilihan (dapil) untuk persiapan pemilihan legislatif tahun 2019 mendatang. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula kantor KPU, Waisai pada Jumat (9/2).

Pada peta pemetaan rencana dapil tersebut, KPU rencana pertama dengan pembagian tiga dapil seperti pileg sebelumnya dengan jumlah pehitungan enam distrik dengan lima kursi pada dapil satu, lima distrik dengan tiga kursi pada dapil dua lalu 13 distrik dengan 12 kursi pada dapil tiga. 

Sedangkan pada dua opsi berikutnya, KPU menjelaskan pemetaan dijadikan empat dan lima dapil dengan memecahkan alokasi kursi dapil tiga yang ada pada format opsi peta tiga dapil. Hasil pada peta empat dapil terbagi menjadi lima distik dengan sembilan kursi pada dapil empat dan enam distrik dengan tiga kursi.

Lain halnya pada opsi peta pembagian lima dapil, dimana pembagiannya menjadi delapan distrik dengan tiga kursi pada dapil tiga, satu distrik dengan enam kursi pada dapil empat, selanjutnya empat distrik dengan tiga kursinpada dapil lima. Khusus untuk peta wilayah dapil satu dan dua tidak mengalami perubahan pada tiga opsi tersebut.

Komisioner KPU Divisi Logistik, Rudy Roberth Fakdawer mengatakan bahwa usulan pemetaan dapil itu merupakan hasil daripada masukan stakeholder yang hadir pada saat itu.

“Usulan itulah yang kami jadikan dasar untuk nanti diajukan kepadak KPU pusat melalui tingkat provinsi untuk nanti dikaji dan dipertimbangkan,” terang Rudy usai pelaksanaan sosialisasi.

Disampaikan pula pemetaan ini mengacu pada Undang-undang nomor tujuh dan peraturan KPU (P-KPU) nomor 16 yang menjelaskan pembagian kursi disesuaikan dengan jumlah jiwa. Pada jumlah penduduk yang disampaikan oleh KPU, ada sebanyak 62.861 berdasarkan data agregat di dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil).

Sementara itu dari disdukcapil sendiri menyampaikan, daftar jumlah penduduk kumulatif yang terdaftar hingga bulan februari ada sebanyak 79.666 jiwa. Data tersebut merupakan jumlah gabungan orang dewasa hingga anak-anak yang berada di kabupaten Raja Ampat

“Dari jumlah total (data penduduk kumulatif) tersebut yang sudah melakukan perekaman ada sebanyak 41.022 jiwa,” jelas kepala seksi perkembangan data penduduk, Rina Nikiulu. Data tersebut menurut Rina akan terus berubah hingga batas waktu terakhir pada Juli 2018. (mdl)