Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Sebagian Besar APBN Membiayai Pengangguran Terhormat di Kantor-Kantor

0 31

Merauke, TN- Hingga saat ini peruntukan dana APBN cukup besar di Indonesia adalah untuk membiayai pengangguran terhormat yang ada di kantor-kantor.  Hal ini terlihat dengan jelas bahwa setelah diangkat dari status honor menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), masih banyak PNS yang tidak menjalankan tugas atau sama sekali tidak mau berperan dalam pelayanan di tempat kerja.

Hal ini disampaikan Anggota Komis IV DPR RI, H.Sulaiman L. Hamzah ketika menjawab aspirasi masyarakat terkait banyaknya tenaga honor di pedalaman yang sudah mengabdi belasan tahun tapi belum diangkat statusnya menjadi PNS.

“Tenaga honorer sejak 2015 sudah kami perjuangkan. Puluhan ribu sudah diangkat pemerintah dan diposisikan di semua kantor mengisi semua bidang yang sudah terstruktur dari pusat,” tandas Anggota Komisi IV Dapil Papua dalam tatap mukanya dengan warga RT 08 Brawijaya Merauke, Papua, Senin (06/08).

Menurutnya, ada begitu banyak PNS yang menjadi pengangguran terhormat di kantor-kantor yang dibiayai oleh negara. Dimana setelah diangkat tidak menjalankan tugas dengan baik, hanya datang tanda tangan absen lalu santai-santai, tidak mau belajar.

Sementara itu, Tenaga Ahli Fraksi NasDem DPR RI Bidang Hukum dan Legislasi, Fauzun Nihayah, MH menjelaskan NasDem di senayan selalu memperjuangkan agar UU  nomor 5 tahun 2014 direvisi. Karena berkaitan dengan batas umur 35 tahun menjadi satu persoalan serius yang menghambat honorer untuk bisa jadi PNS.

“NasDem sedang berupaya mengusulkan revisi UU tersebut. Terutama daerah Papua harus ada informasi khusus,” ucapnya.

Fauzun mengatakan, Nasdemn beruang semampunya agar kategori honor jangan dibatasi usia. Selain itu, mendorong alat pemerintah pusat merevisi UU Otsus sebab masih banyak kekurangan dan belum sesuai dengan kondisi saat ini di Papua.

“Untuk itu, pentingnya kita miliki wakil rakyat yang punya kepekaan terhadap masyarakat, tanda dia. Kesempatan itu, keluhan dan permintaan bantuan warga RT 08 diakomodir pihaknya dari fraksi NasDem.