Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Masyarakat Maybrat Diminta Terima Putusan MK

0 0

Manokwari, TN– Tokoh intelektual muda Maybrat, John P Asmuruf,SP, M.Si meminta kepada seluruh masyarakat setempat untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang pasca Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 01 Kampung Irohsohser, Distrik Aitinyo Tengah, Senin (15/05/2017) lalu.
Menurutnya, pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) telah berlangsung dengan baik, aman, tertib dan lancar, namun pasangan calon yang memang akan ditentukan oleh Mahkamah Konstitusi.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Hati Nurani Rakyat Provinsi Papua Barat ini mengatakan, jangan saling mengklaim kemenangan tetapi kedua paslon baik SAKOmaupun KARYA harus menunggu tanggal 19 Juni 2017 MK membacakan amar putusan.
“Jadi masyarakat tidak boleh terprovokasi dengan isu-isu dari kelompok SAKO atau KARYA saling mengklaim kemenangan, tetapi semua tenang saja tunggu tanggal 19 juni 2017 Mahkamah Konstitusi mengumumkan kemenangan itu” kata John P. Asmuruf kepada wartawan di kantor DPR Papua Barat, Rabu (17/05/2017)
Pasangan Calon mana yang menang berdasarkan amar putusan Mahkamah Konstitusi itulah Bupati dan Wakil Bupati Maybrat periode 2017-2022, bukan milik kelompok tertentu.
Sebab itu, semua harus terima keputusan ini dengan lapang dada, karena pelaksanaan pilkada di Kabupaten Maybrat telah berjalan sesuai dengan azas demokrasi yaitu, Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil.
Sehingga pasangan kepala daerah yang terpilih harus merangkul yang kalah untuk memimpin Kabupaten Maybrat lebih baik kedepan.
Karena Maybrat merupakan Kabupaten baru sehingga perlu semua komponen masyarakat harus kerjasama, saling mendukung untuk pembangun, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat setempat.
Anggota DPR Papua Barat Dapil Maybrat ini menyampaikan terima kasih kepada pihak penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu yang telah melakukan supervisi secara berjenjang serta kerja jujur sehingga proses demokrasi ini berlangsung dengan baik akan menghasilkan pasangan kepala daerah yang bermartabat pula.
Sebagai putra daerah, dirinya sangat bangga karena Kabupaten Maybrat merupakan indikator pelaksanaan pemilukada tahun 2017 di Provinsi Papua Barat yang sebelumnya dicap sebagai daerah rawan konflik.
“Namun kenyataannya berbeda, dari Rawan 1 berubah menjadi aman 1 maka Papua Barat dinyatakan aman” ucapnya.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: