Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gatot Nurmantyo : Saya Siap Jadi Presiden Tapi Dengan Syarat

0 1.645

Jakarta – Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI menegaskan bahwa setelah pensiun dari dinas kemiliteran, dirinya masih akan tetap mengabdikan dirinya terhadap bangsa dan negara.

Menurut Gatot, salah satu bentuk pengabdiannya adalah maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2019.

“Pengabdian itu bisa menjadi presiden sampai menjadi warga negara biasa. Itu pengabdian,” ujar Gatot saat menjadi narasumber acara Satu Meja Kompas TVbertajuk ‘Jalan Politik Sang Jenderal’, Senin (23/4/2018) malam. Sesuai yang di kutip dari TribunManado.

Gatot menegaskan, sebagai seorang prajurit TNI, saat ini dirinya memang telah pensiun secara administrasi.

Namun, sebagai prajurit, ia menegaskan harus siap jiwa dan raga untuk mengabdi kapan pun saat dibutuhkan.

“Saya katakan apabila republik ini memanggil dan rakyat menghendaki saya siap menjadi presiden,” kata Gatot.

“Tapi ada sambungannya, karena sebagai seorang prajurit saya pensiun secara administrasi, tapi sebagai prajurit sampai kapan pun jiwa raga saya siap untuk mengabdi. Saya katakan itu pengabdian saya tidak akan surut. Mulai dari presiden sampai warga negara pengabdian saya itu,” ucapnya.

Gatot Nurmantyo, dalam bursa calon presiden dan wakil presiden, menambah hangat jagat politik negeri. Tak heran, bila barisan relawan pendukung Gatot Nurmantyo terus bermunculan. dalam perjalanannya, Gatot tak lepas dari kontroversi. Dari mulai melontarkan isu senjata api illegal, hingga nonton bareng film G30S/PKI.

Meski namanya terus diperbincangkan, namun belum adanya partai politik yang mendukung Gatot Nurmantyo, jadi kendala tersendiri. Ia pun mengakui saat ini belum ada partai politik yang menyatakan dukungan terhadapnya untuk maju di Pilpres 2019.

Kalau Gatot Nurmantyo Ingin Jadi Kader, Kami Senang Sekali, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PAN Viva Yoga Mauladi menyarankan, agar mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berkomunikasi dengan sejumlah parpol yang belum memutuskan dukungan dalam Pilpres 2019.

Hal itu perlu dilakukan jika Gatot memang ingin maju Pilpres 2019.

Salah satu parpol yang belum memutuskan, kata Viva, adalah PAN. Menurut dia, komunikasi itu bisa dilakukan lantaran Gatot memiliki kedekatan dengan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Kalau Gatot serius untuk running di pilpres dia harus melakukan komunikasi dengan parpol lain yang belum deklarasi. Salah satunya PAN.

Kalau Pak Gatot dekat dengan Pak Amien (Rais),” kata Yoga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/4/2018).

Soal kemungkinan dukungan PAN terhadap Gatot dalam Pilpres 2019, Viva mengatakan, hal itu masih menunggu perkembangan politik kedepan.

Namun, Ia berharap Gatot bersedia menjadi kader PAN sebelum membicarakan pencalonan sebagai capres atau cawapres.

“Itu tergantung komunikasi parpol. Kalau Gatot berkeinginan jadi kader PAN kami akan senang sekali. Ya, semuanya wait and see, surat keputusan partai satu pun belum ada yang keluar,” ujar dia.

Selain PAN, Partai Demokrat juga belum memutuskan dukungan dalam Pilpres 2019.

PDI-P, Partai Golkar, Partai Nasdem, PPP dan Hanura sudah menyatakan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo. Namun, koalisi ini belum memutuskan siapa calon wakil presiden.

Partai Gerindra sudah memberi mandat kepada ketua umumnya, Prabowo Subianto sebagai calon presiden, sementara PKS menyodorkan sembilan kadernya untuk menjadi capres atau cawapres kepada parpol lain.

Adapun PKB mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi, namun dengan syarat cawapres yang dipilih adalah Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB.