Buka Isolasi Daerah, MANBAR Segera Dimekarkan

0
157
Tim Pemekaran Desak Pemerintah agar segera mekarkan calon DOB Manokwari Barat menjadi Daerah Otonom Baru

Manokwari,TN- Untuk membuka isolasi daerah, memperpendek rentang kendali serta memberantas kemiskinan, maka tim pemekaran calon Daerah Otonom Baru (DOB) Manokwari Barat (MANBAR) mendesak agar daerah ini segera dimekarkan.

Kordinator tim pemekaran DOB Kabupaten Manokwari Barat, Marinus Bonepay dalam keterangan persnya kepada wartawan di Manokwari, Jumat (30/06/2017) mengatakan, desakan yang dilontarkan ini mengingat empat Distrik yang masuk dalam pemerintahan calon DOB ini sedang bermasalah.

Pasalnya, empat Distrik masing-masing, Mubrani, Kebar, Senopi dan Amberbaken memiliki dua pemerintah dan masyarakat baik dari Kabupaten Tambrauw dan juga Manokwari

Padahal UU Nomor 14 tahun 2013 yang dikuatkan dengan Putusan Mahkamah Konsitusi tentang tapal batas Kabupaten Tambrauw, maka wilayah Kabupaten ini sampai di Kampung Wariki, Distrik Sidey, dengan demikin caruk-maruk pemerintahan harus ditata ulang.

“Manokwari Barat ini terdiri dari daerah konflik yang begitu lama antara Kabupaten Manokwari dan Tambrauw, kemudian proses administrasi sudah diurus sehingga mendapat Amanat Presiden (AMPRES) dan RUU bersama 25 DOB lainnya tanggal 29 September 2013 lalu” ungkap Marinus saat memberikan keterangan pers kepada wartawan Jumat Sore.

Kordinator tim pemekaran calon DOB Manokwari Barat, Marinus Bonepai memberikan keterangan pers kepada Wartawan di Manokwari, Jumat (30/06/2017)

Dia menjelaskan, perjuangan tim pemekaran calon DOB Manokwari Barat untuk mendapat legitimasi hukum Kabupaten baru dimulai sejak pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah itu diserahkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Dengan harapan, proses pemekaran calon DOB Manokwari Barat ini harus berlanjut, namun sudah 4 tahun tidak berjalan dengan baik akibat program moratorium dari Pemerintahan Joko Widodo.

“Saya mau tegaskan bahwa, khusus Papua Barat dengan hadirnya 13 Kabupaten/ Kota telah membuka isolasi daerah, untuk itu maka wilayah calon DOB MANBAR harus mekarkan” ujarnya.

Karena itu, ketua DPW Perindo Papua Barat ini berharap kepada Pemerintah Daerah baik Manokwari serta Tambrauw sebagai Kabupaten Induk maupun Gubernur Papua Barat untuk bisa melanjutkan proses perjuangan masyarakat Manokwari Barat ini.

Marinus mengatakan, langkah-langkah yang diambil tim pemekaran, pihaknya dalam waktu dekat akan bertemu dengan Mendagri melalui Dirjen Otda, Menko Polhukam, Komite I DPD-RI dan Komisi II DPR-RI terkait 25 calon DOB yang ditunda paripurnya pada tahun 2013 lalu.

“Kami juga sudah mengagendakan untuk bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo untuk menanyakan persoalan aspirasi masyarakat ini” pungkasnya.(***)

Tinggalkan Komentar