2017, Sejumlah Aspirasi Dapil Manokwari Didorong

0
41

Manokwari TN.Com – Anggota DPR Papua Barat periode 2017-2022, daerah pemilihan (1) Manokwari, Xaverius Kameubun mengaku, di Tahun Anggaran 2017 ini, dirinya akan mendorong sejumlah program kerja yang merupakan aspirasi masyarakat, di daerah pemilihannya

“Aspirasi yang saya dorong di DPR Papua Barat khusus di dapil Manokwari diantaranya, sektor perikanan, sertor pertanian dan juga pembangunan infrakstruktur bagi masyarakat petani,” ngaku Kameubun

Lebih lanjut, Xaverius menjelaskan, khusus di sektor perikanan akan fokus pada infrastrukur kolom ikan air tawar bagi petani budidaya ikan air tawar. Ia mengaku, tentunya aspirasi lain yang didorong oleh petani budidaya ikan air tawar akan terjawab semua karena akan di sesuaikan dengan anggaran yang ada di pemerintah.

“Sebagai anggota DPR tentunya saya turut mendengar usulan dari masyarakat sebagai mana mestinya bisa dapat di dengar pulah oleh mitra, maka bisa terjadi beberapa kolam yang akan di berikan kepada tani di dataran Prafi,” pungkas Kameubun kepada wartawan belum lama ini

Tambah legislator Papua Barat itu, selain di sektor perikanan, ada juga program kerja di sektor pertanian. “Khusus pertanian, kita lihat banyak alat-alat petani yang diberikan sebelumnya sudah rusak, ini akan di data dengan baik agar pemerian alat petani tepat sasaran,” jelasnya.

Pupuk, kata Kameubun, sangatlah penting, maka perlu di perhatikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Manokwari. “Kalau ketersediaan pupuk tidak terjamin, maka dia juga sering gagal dalam tahapan baik, penanaman sampai tahapan pasca panen, ini merupakan hal-hal yang teknis,” ujurnya.

Kemudian, lanjut dia, untuk lahan pertanian, semakin hari semakin sempit oleh karena perkebunan dan lain-lain, jadi jauh lebih baik kalau pertanian itu difokuskan sehingga ada petani yang ada bisa sejahtera.

Selain itu, tambah Ketua DPP PKPI Papua Barat, untuk tahun ini pembangunan infrakstruktur jalan lingkunan dirinya akan fokus di Distrik Masni.

Menurutnya, Masni merupakan salah distrik yang besar, padanya kebutuhan masyarakat, lingkungan tidak indah saat dilintas terutama di SP 8.

Ia mengaku, usalan-usulan ini belum bisa di pastikan karena APBD Provinsi Papua Barat masih di konsultasikan TAPD dan Banggar DPR Papua Barat di Depdagri, paparnya.(ars)

Tinggalkan Komentar