Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Wartawan Patut Intropeksi Dengan Pernyataan Dua Bupati Ini 

0 372

Sorong TN – Ada hal yang menarik yang bisa dijadikan bahan interopeksi bagi insan pers di Sorong Raya. Adalah pernyataan dua kepala daerah, bupati Tambrauw dan bupati Sorong tentang pers pada acara syukuran Hari Pers Nasional (HPN) ke 73 tahun 2018, yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sorong di Aula Kodim 1704/PVT Sorong , Sabtu malam (10/2).

Bupati Tambrauw, Gabriel Asem dalam sambutanya menyebut bahwa, Pers merupakan alat pemersatu seluruh rakyat indonesia,  Pers juga punya andil yang besar pada proklamasi, serta mengawal semua tahapan kemerdekaan untuk diinformasikan ke seluruh dunia.  Selain itu, Pers mempunyai peranan penting dalam memgkritik dan pegawasan penyelenggaraan pemerintahan seperti halnya di kabupaten asmat.

Namun Bupati Tambrauw juga menyembut adanya keberadaan awak media membuat tekanan bagi kepala daerah. Dan mengimbau para Pimpinan media harus bisa memperhatikan hal ini.

Jujur saja, kadang ada beberapa kepala daerah yang tertekan dengan kehadiran awak media. Tapi kalau saya sih tidak terlalu bermasalah karena saya yakin hubungan saya dengan awak media juga terjalin dengan baik, ” kata Bupati Tambrauw dalam sabutannya.

Bupati Tambrauw juga berharap Pers  dapat menunjang pemerintah daerah pada pembangunan.

Sementara  Bupati Sorong, John Kamuru dalam sambutannya mengatakan, pembangunan yang dilakukan provinsi maupun kabupaten mau itu bagus bagaimanapun insan pers bisa menghancurkan semua itu, sama halnya dengan persatuan yang sudah dijaga baik, sekejap saja juga bisa dirubah, tergantung pers juga.

Bupati Sorong juga neyampaikan  terima kasih atas subangsih dan kerjasama insan pers dalam menjaga kstabilan dan kesatuan bangsa di daerah ini bisa terjaga baik.

“Beberapa waktu lalu saat mendapat pembekalan oleh pakar komunikasi, disampaikan jangan menipu wartawan karena akan akan dicari tahu”, kata Bupati John Kamuru

Oleh karenanya pihaknya akan kami selalu terbuka dengan para insan pers.

Saya minta jangan sampai ada rekan-rekan wartawan yang tidak jelas identitasnya,”  himbau bupati Sorong.

Menyikapi kritik dua bupati dalam pernyataan tentang pers, Pemimpin redaksi Teropong News, Imam Mucholik  menganggap itu merupaka teguran yang wajib dijadikan intropeksi diri bagi wartawan. 

Menurut Imam, apa yang di sampaikan  oleh bupati Tambrauw dan bupati Sorong itu hanya sebagain kecil dari kekhawatiran banyak pihak terkait bagaimana sepak terjang wartawan yang mulai keluar dari koridor aturan mainnya.  Faktanya, makin tumbuh subur keberadaan wartawan yang sering disebut sebagai wartawan “abal -abal” yang menyasar dan meresahkan banyak pihak. Dan itu menjadi tanggung jawab bersama, baik para peminpin media, organisasi wartawan dan publik. 

Imam berharap, ada peran aktif dari masyarakat untuk turut melakukan pengawasan terhadap cara kerja wartawan, dan itu diakomodir dalam pasal 17 Undang – undang No 40 tahun 1999 tentang Kebebasan Pers.

apa yang disampaikan kedua bupati itu adalah realita, dan kita harus malu dan intropeksi diri, jangan kita bisanya tulis kesalahan orang sementara kita sendiri juga berperilaku yang salah dan arogan,” tegas imam.(*)