Sidang Sinode Diwarnai Unjuk Rasa

0
210

Waisai, TN – Sidang sinode ke VXII yang juga menjadi momentum pemilihan pucuk pimpinan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua. Diwarnai aksi unjuk rasa  dari ratusan jemaat perwakilan beberapa daerah. Aksi yang dipusatkan depan Gereja GKI Alfa Omega Waisai, Klasis Raja Ampat Utara, dimulai sekitar pukul 9.30 WIT. Senin (13/3/17). 

Masa aksi yang tergabung ke dalam Forum Persekutuan Presbiter Jemaat, untuk reformasi GKI di Tanah Papua. Melakukan unjuk rasa kurang lebih 6 jam di depan GKI Alfa Omega. Mereka meminta agar pimpinqn sidang membuka ruang bicara dengan Ketua Sinode, Pdt. Alberth Yoku, S.Th.

Mewakili pengunjuk rasa, Sekretaris sinode, Pdt. Matheus Adadikam, S.Th mengatakan, pihaknya melakukan aksi dikarenakan tidak diberikan ruang untuk berbicara dengan ketua sinode GKI di Tanah Papua. 

“Kejadian hari ini adalah  akibat dari ruang yang tidak terbuka sejak April 2016. Saya Pdt. Matheus Adadikam, S.Th. Sebagai Sekretaris Sinode, Pdt. Jemima J. Mirino- Krey, S.Th Wakil Ketua dan Drs. C. Ayatanoi, M.Si selaku badan pengawas perbendaharaan Gereja GKI Tanah Papua, dipecat secara sepihak oleh ketua sinode GKI. Padahal kami Kami pengurus BPAM sinode masa bhakti 2011-2016 yang terpilih secara sah”, Ujarnya.

Menurutnya, pemecatan ini tidak sesuai dangan konstitusi organisasi GKI Tanah Papua. “Kami akan terus kejar dan mencari ruang itu. Tidak akan mundur selangkah pun. Kami ingin persoalan ini diselesaikan secara baik dan jelas”, jelasnya. 

Ia mengatakan persoalan ini terjadi  ketika ada program yang dibuat GKI Sinode bersama PT. Lifo dan PT. MNC. Untuk pembangunan Rumah Sakit Siloam GKI di Jayapura. Namun saya mau menandatangani  karena belum ada rapat. Kami juga belum melihat dokumen MoU. Sehingga ini yang menjadi pemicu kami di pecat dari kepengurusan. Jelas Pdt. Matheus kepada Wartawan saat jumpa pers  kemarin.

“Kami berharap apa yang menjadi persoalan hari ini bisa terselesaikan sebelum pelaksanaan sidang sinode ke XVII. Namun, sampai pembukaan sekarang ini, kami belum diberikan ruang bicara. Sehingga aksi ini adalah bentuk kekecewaan dari kami dan juga teman-teman jemaat”, tutupnya. 

Pantauan media ini, jemaat yang tergabung dalam masa aksi terdiri dari jemaat dari Sorong, Jayapura, Manokwari dan Wamena. (*)

Tinggalkan Komentar