Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Selama 5 Tahun, Pertamina dan BBKSDA Akan Kelola Kawasan Konservasi

0 118

Sorong, TN – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat bersama Pertamina RU VII Kasim menandatangi nota kesepahaman (MoU), Senin (6/2). Bertempat di Kasuari Beach Resort, kedua pihak tersebut resmi bekerja sama tentang konservasi sumber daya alam (SDA) dan ekosistem di Papua Barat

Dalam sambutannya Kepala Balai Besar KSDA Papua Barat, Bazar Manulang mengungkapkan hasil identifikasi kondisi dan tantangan pengelolaan konservasi di Papua Barat khususnya pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar endemic Papua Barat.

Beberapa tantangan yang dihadapi yakni maraknya aktifitas perburuan satwa illegal, belum tersedianya pusat penyelamatan satwa dan tumbuhan hasil sitaan. Selain itu terbatasnya anggaran SDM pengelola satwa hasil sitaan, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat.

“Ruang lingkup kerjasama yaitu pada tiga aspek utama yakni kerjasaman in-situ dan ex-situ tumbuhan serta satwa liar dilindungi, lalu kerjasama pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi,” terang Bazaar.

Bazaar juga menambahkan, letak areal kerjasama akan dilakukan pada kawasan konservasi Taman Wisata Alam Sorong. Bentuk kegiatan yang dikerjasamakan yaitu penguatan kelembagaan, perlindungan kawasan, pengawetan flora dan fauna, pemulihan ekosistem, pengembangan wisata alam serta pemberdayaan masyarakat.

Kerjasama ini berlaku selama lima tahun sejak di tandatangani dan akan diterjemahkan dalam Rencana Pelaksanaan Program (RPP) lima tahun dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang disusun dan disepakati bersama kedua belah pihak.

Sementara itu, Manager Pertamina RU VII Kasim, Joko Pranoto mengatakan kerjasama antara Pertamina dan BKSDA dapat memberi manfaat kepada masyarakat Papua dalam pendidikan terutama untuk generasi yang akan datang.

“Selain tugas utama memproduksi bahan bakar untuk di distribusikan kepada masyarakat, Pertamina juga punya tugas lain seperti pengembangan lingkungan dan untuk melestarikan keragaman hayati yang ada di Papua. Di Papua Barat ini cukup banyak keanekaragaman hayati, kalau kita tidak konservasi dan pelihara, maka suatu saat anak cucu kita tidak akan tahu apa itu burung Cendrawasih dan burung Mambruk,”ujar Joko. (meg)