Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Satgas Yonif Raider 500/Sikatan Ciptakan Rakit Penyeberangan Kali Muyu

0 62

Merauke, TN- Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 500/Sikatan sejak awal ditugaskan di daerah perbatasan Kabupaten Boven Digoel, Papua, telah menciptakan satu buah rakitan yang digunakan untuk menyeberangi Kali Muyu di Distrik Ninatie.

Komandan Yonif Raider 500/Sikatan Letkol INF Sidik Wiyono mengatakan, salah satu kesulitan terbesar yang ditemukan di tempat tugas tersebut adalah belum ada akses penyeberangan warga dari Kampung Ninatie melewati Kali Muyu menuju ke Kampung Yatekun.

“Lalu kami berinisiatif untuk membuat rakitan sebagai alat penyeberangan yang menghubungkan 2 kampung tersebut. Terutama anak-anak sekolah setiap pagi harus basah kuyup untuk bisa sampai ke sekolah,” jelas Letkol INF Sidik Wiyono, Jumat (10/08).

Pengerjaan diawali dengan pembangunan tiang beton yang di pasangan di kedua tepi sungai. Dalam kurun waktu 2 bulan tiang dan rakitan penyeberangan rampung dikerjakan dan sampai saat ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat di dua kampung tersebut.

Ia menyebutkan, hingga kini infrastruktur jalan di wilayah tugas Satgas Yonif Raider 500/Sikatan masih sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah Boven Digoel. Sehingga aktifitas dan mobilisasi warga akan jauh lebih mudah dan lebih efektif.

Kendala lain yang ditemukan, dalam satu sekolah hanya terdapat 1 guru, sekaligus kepala sekolah yang mengajar siswa dari kelas 1 sampai kelas VI SD. Sembari menjalankan tugas untuk pengamanan di tapal batas negara, anggota prajurit sekaligus membantu mengajar di sekolah.

“Kami mengajarkan untuk upacara bendera yang benar. Menyanyikan lagu Indonesia Raya, pengucapan Pancasila dan UUD’45. Menyediakan perpustakaan keliling, sekaligus pengadaan meja dan kursi guru dan siswa, sebab dalam ruangan tidak ada fasilitas kelas,” ujar Dansatgas.

Ia mengatakan, generasi bangsa yang ada di kampung memiliki semangat untuk belajar di sekolah, namun tidak didukung sarana prasarana dan tenaga pendidik.

“Harapan kami segera ada penambahan tenaga guru untuk mengisi semua kelas. Sebab, kalau semua kelas hanya satu guru akan berdampak pada pencapaian kualitas dan mutu pendidikan anak,” tandasnya.