PT.SDIC Dideadline 6 Bulan Turunkan Harga Semen

0
108

Manokwari,TN.Xom- Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan,S.Sos,M.Ec Div memberikan deadline waktu 6 bulan kedepan kepada pihak managemen PT SDIC segera menurunkan harga semen yang melangit hingga Rp 80 ribu di Papua Barat ini.

Pernyataan ini disampaikan Bupati Demas Paulus Mandacan kepada wartawan di Manokwari, Jumat (24/03/2017).

Dikatakan Demas, bahwa pihak Managemen PT SDIC mengakui bahwa semen hasil produksi pabrik ini dijual di luar Papua senilai Rp 46 ribu dengan alasan membuka pasaran di daerah lain

“Saya protes keras, saya bilang kalau di Ambon atau wilayah lain harganya Rp 46 ribu, maka Manokwari harganya Rp 40 ribu, kalau tidak maka pilih antara dua, mau dibongkar pabrik semennya atau turun harga karena kehadiran pabrik semen di Maruni, tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Manokwari bahkan Papua dan Papua Barat” tegas Demas.

Menurutnya, jika PT SDIC turunkan harga semen produksinya maka akan menguasai pasaran di Manokwari sampai seluruh Tanah Papua ini, karena diproduksi serta bahan bakunya dari Papua.

“Pihak PT SDIC berjanji bahwa tidak sekaligus mereka turunkan harga semen tetapi bertahap dengan deadline waktu 6 bulan kedepan sehingga harga semen yang tembus hingga Rp 80 ribu akan turun, kemudian harga jual ke distributor yang awalnya Rp 62.500/ bantal semen tetapi diturunkan menjadi Rp 57 ribu” ujarnya.

Pihak perusahan harus menyadari bahwa bahan bakunya diambil dari gunung Maruni, langsung dikelola di pabriknya ditempat, seharusnya ada harga khusus, sehingga masyarakat juga dapat menikmati hasil dengan harga yang terjangkau.

Pemda Manokwari sedang menyusun rancangan peraturan daerah tentang Perusahan Daerah (Perusda). Regulasi ini juga mengatur tentang distributor yang nakal dalam menjual semen dengan harga yang tidak sesuai, maka pemerintah akan ambil alih.

“Kami akan panggil distributor lagi untuk kami menyampaikan lagi bahwa harga semen produksi PT SDIC di Manokwari harus sama, idealnya harus Rp 40 ribu/ bantal, satu hal juga yang perlu disoroti yaitu pada saat pertama menjual pihak PT SDIC tidak menghubungi Pemda Manokwari atau Pemprov Papua Barat untuk koordunasi harga” paparnya.

Bupati menegaskan, tulisan Conch SDIC pada bungkusan semen akan dirubah menjadi Conch Manokwari, permintaan itu telah disetujui pihak managemen PT SDIC, “nanti stok kemasan ini habis baru diganti dengan tulisan conch manokwari .(ars)

Tinggalkan Komentar