Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Penyusunan RAB Dana Desa di Tambrauw Tidak Pernah Lewat Musdes

0 0

Sausapor,TN – Beberapa kepala kampung atau desa di kabupaten Tambrauw mengeluhkan penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB) desa tidak sesuai dengan hasil musyawarah desa. Hasilnya RAB Desa yang selama ini digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan masing-masing kampung. Kepala kampung Bandongguam, Mesak Yesnat mengaku selama ini penyusunan RAB Desa yang dibuat oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) tidak pernah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan masing-masing kepala kampung.

“Selama ini memang kami sendiri sudah punya usulan tersendiri untuk penggunaan dana desa tersebut, tapi setelah kami masukan malah tidak dipakai sedangkan kebutuhan masing-masing kampung berbeda-beda,” ungkap Mesak di kantor sementaranya, Rabu (13/9). Ia menambahkan bahwa selama ini kepala kampung tidak diberikan kebebasan dalam penggunaan dana desa karena format RAB Desa sudah baku dari BPM, sehingga tidak sesuai dengan apa yang menjadi prioritas pembangunan di masing-masing kampung. 

Hal lain yang menjadi keluhan penyaluran dana desa di kabupaten Tambrauw adalah tidak ada transparannya jumlah dana yang dianggarkan untuk setiap kampung. Mesak mengakui bahwa hal itu mengakibatkan dirinya kesulitan dalam penyusunan program untuk kampungnya sendiri. “Jadi sampai saat ini kami tidak tahu berapa yang akan kami dapat, yang kami tahu program sudah disusun dari BPM lalu kepala kampung tinggal tanda tangan saja. Ini kan sama saja dipaksakan sebelah pihak,” ujar Mesak. 

Selama dua tahun terakhir ini hanya satu kegiatan saja yang dilaksanakan, yakni pembangunan rumah rakyat. Padahal ada hal-hal lain yang dapat dilaksanakan untuk pembangunan di kampung-kampung. Oleh karena itu Mesak menuntut agar pada penyaluran anggaran dana desa, kepala kampung diberikan keleluasan agar dapat mengolah anggaran tersebut sesuai dengan sasaran pembangunan. (mdl)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar