Pemuda Papua Desak Calon MRP-PB Gunakan Ijasah Palsu Dicoret

0
115
Thomas Jaferzon Baru, Tokoh Pemuda Papua Baru

Manokwari,TN- Tokoh Pemuda Papua, Thomas Jaferzon Baru mendesak panitia seleksi (Pansel) calon Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRP-PB) periode 2017-2022 untuk mencoret 30-an calon yang terindikasi menggunakan ijasah palsu.

Hal ini disampaikan Thomas Jaferzon Baru kepada wartawan di Manokwari, Sabtu (10/06/2017) malam.
“Kami mendesak kepada panitia seleksi dengan tegas, tidak takut untuk mencoret 30-an calon anggota MRP Provinsi Papua Barat periode 2017-2022 dari daftar calon seleksi” tegas Thommy (sapaan akrabnya) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.

Tokoh pemuda Katolik ternama ini meminta kepada pihak kepolisian daerah Papua Barat untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap temuan dugaan ijasah palsu ini, agar memberikan efek jerah bagi orang papua yang memuskan persaingan seleksi dengan cara yang salah.

“Karena ini jika dibiarkan maka MRP-PB jilid I sama seperti MRP-PB II, saya mau katakan bahwa kami kecewa dengan modus operandi yang diduga dilakukan oknum mantan anggota MRP-PB maupun calon anggota MRP-PB”tegasnya.

Karena itu, diharapkan supaya MRP-PB jilid II ini orang yang terpilih harus betul-betul berkwalitas, kemampuan dalam segala bidang, sebab itu panitia seleksi diminta harus bekerja maksimal, sehingga melahirkan komisioner lembaga kuntur itu yang bertanggung jawab, mengutamakan kepentingan Orang Asli Papua (OAP).

“Kami pemuda bersama masyarakat siap kawal seleksi MRP Papua Barat hingga tuntas, supaya benar-benar bekerja dengan baik untuk kepentingan Orang Asli Papua” pungkasnya.

Sebelumnya, juru bicara Pansel calon MRP-PB periode 2017-2022, Filep Wamafma,S.H,M.Hum menegaskan, calon anggota MRP-PB yang diduga memiliki ijasah palsu harus menyatakan mengundurkan diri secara terhormat.
Jika tidak maka harus berhadap dengan penegakan hukum, karena sudah termasuk dalam pelanggaran sebab telah menggunakan ijasah palsu dan telah menggunakan dana negara.

“Ada dua pilihan yang kami sampaikan kepada calon anggota MRP-PB yang terindikasi menggunakan ijasah palsu yaitu, mundur dengan terhormat dan jika tidak mau mundur maka proses penegakan hukum”tuturnya.(****)

Tinggalkan Komentar