Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Lestarikan Satwa dan Tumbuhan Langka,  Pertamina dan BKSDA Jalin Kerja Sama

0 217

Sorong, TN – Guna melestarikan satwa dan tumbuhan langka,Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat bersama Pertamina RU VII Kasim menandatangi perjanjian kerja sama, Selasa(17/04) bertempat di Kasuari Beach.

Kedua pihak tersebut resmi bekerja sama tentang penguatan fungsi berupa dukungan penyelenggara konservasi In-Situ dan Ek-Situ tumbuhan dan Satwa liar dilindungi di Papua Barat. Kerja sama tersebut merupakan lanjutan dari MoU sebelumnya tentang konservasi sumber daya alam (SDA) dan Ekosistem.

Program konservasi yang terdiri dari In-situ dan Ek-situ tersebut meliputi lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Sorong untuk In-situ. Sedangkan Ek-situ meliputi pemberdayaan masyarakat sekitar wilayah kerja Pertamina RU VII kasim, tepatnya di kampung Klayas.

General Manager Pertamina RU VII Kasim, Joko Pranoto mengatakan bahwa pihaknya mensupport program BKSDA Papua Barat untuk melakukan konservasi tanaman dan Satwa yang dilindungi. Dukungan tersebut berupa pembuatan kandang habituasi , serta pelatihan dan pemberdayaan masyarakat .

“Kami sebagai BUMN juga mempunyai kewajiban untuk melestarikan lingkungan, baik satwa maupun tumbuhan langka. Kita semua tahu bahwa satwa-satwa langka dan dilindungi ini semakin habis.Oleh karena itu, kita berinisitif untuk mendukung program dari BKSDA untuk melakukan konservasi tanaman dan Satwa yang dilindungi ,”ujar Joko Pranoto.

Lanjutnya, Harapan kami setelah perjanjian kerja sama ini, kita akan lanjutkan dengan detil program tersebut di penyusunan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kegiatan Tahunan (RKT),dan akan segara kita finalkan draftnya.

Sementara itu , Kepala BKSDA Papua Barat, Basar Manulang mengungkan, untuk mengelola kawasan konservasi dibutuhkan kerjasama masyarakat dan lintas stokeholder. Dimana kawasan konservasi tesebut luas areanya 1.753.185 hektar.

“Dalam mengelola kawasan konservasi kita perlu bekerjasama dengan masyarakat dan lintas stokeholder, karena Kendala kami di lapangan adalah area kawasan konservasi yang cukup luas, yakni 1.753.185 hektar ,”ungkapnya.