Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Isu Gizi Buruk di Raja Ampat Ternyata Hoax

0 537

Waisai TN – Beredarnya informasi di media sosial tentang gizi buruk di kampung Sapokren distrik Waigeo Selatan kabupaten Raja Ampat ternyata informasi bohong alias hoax.

Faktanya,  dua anak kecil, putra dari Laurent Mambrasar bernama Andreas 9 tahun, Gideon 7 tahun warga Kampung Sapokren, Kabupaten Raja Ampat. Yang di posting oleh beberapa akun facebook bukan menderita gizi buruk tetapi menderita penyakit paru, dan sudah ditangani sejak 2013 hingga 2016. Demikian ditegaskan petugas tipi paru puskesmas Saonek, Sadia Ripamole, AMK kepada Wartawan di Kampung Sapokren Raja Ampat, Selasa (27/2/18) pagi.

“Puskesmas Saonek dari tahun 2013-2016. Pengobatan tipi paru sudah selesai 2016, sudah tuntas tinggal kita memberikan asupan gizi,” jelas Sadia.

Sementara Plt.Sekda kabupaten Raja Ampat, DR Yusuf Salim,M.Si kepada wartawan mengatakan, bahwa dengan beredarnya isu tentang gizi buruk di Raja Ampat, pihak pemerintah daerah telah melakukan pengecekan dan tidak benar ada gizi buruk di Sapokren.
” terimakasih adanya informasi itu, tetapi seharusnya koordinasi dulu dengan Pemda tentang kebenaran informasi itu. Bukan langsung disebarluaskan di medsos,” jelas Yusuf Salim.

Informasi yang dihimpun media ini, diduga ada pihak pihak tertentu yang sengaja memblow-up isu gizi buruk di Raja Ampat. Indikasi itu terungkap dengan penjelasan Laurent Mambrasar. Bahwa sebelumnya, pada Senin (26/2,  ada yang datang menemui dirinya lalu meminta putranya Gideon membuka baju kemudian memotretnya.

Berita gizi buruk di Raja Ampat mencuat dan menjadi berbincangan miring setelah adanya pernyataan dari ketua DPW PKB Papua Barat, Abdullah Gazam di media lokal, tentang kebenaran adanya gizi buruk di Sapokren. (Im)