Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

IMA Minta Gubernur Hentikan Proses Seleksi CPNS Sistim Online

0 0

MANOKWARI, TN- Dinilai Sumber Daya Manusia (SDM) belum mampu, sekelompok orang yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Arfak (IMA) menggelar aksi demo damai di halaman kantor Gubenur Papua Barat, Rabu (04/10/2017) pagi.

Dalam aksi demo dalam tersebut, Ikatan Mahasiswa Arfak menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Tahun 2017.

Sejumlah orator dalam orasinya meminta kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat untuk melihat penderitaan rakyatnya diatas negerinya sendiri yang selama hadirnya Provinsi ini terabaikan.

Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani,S.H,M.Si menerima ratusan mahasiswa arfak yang melakukan aksi demo damai di halaman kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (04/10/2017)

“Kita ini tidur diatas emas, berenang didalam minyak tetapi tetap miskin, kenapa kami belum diberikan kesempatan untuk menjadi tuan dinegerinya sendiri, hari ini (Rabu) kami datang mencari orang tua kami yang sudah kami pilih sebagai Gubernur dan Wagub supaya mereka lihat susah kami”ucap salah satu Orator saat menyampaikan orasinya dihadapan Wakil Gubernur, Mohammad Lakotani,S.H.,M.Si

Selain itu, massa aksi juga membawa sejumlah pamflet dan spanduk bertuliskan, “Tolak Pendaftaran CPNS secara Online karena Sumber Daya Manusia Putra Daerah Papua belum mampu, jangan tipu-tipu”

“Kami pencaker putra-putri menolak tes CPNS melalui sistim ONLINE karena itu sangat sulit bagi kami putra-putri Papua dan mempermudah bagi orang pendatang/ Non Papua. Karena berdasarkan UU Nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus”

Dalam pernyataan sikap Ikatan Mahasiswa Arfak yang dibacakan BP IMA Manokwari, Yustus Dowansiba menegaskan bahwa, aksi demo damai ini tidak menyinggung terhadap kepemimpinan Drs Dominggus Mandacan – Mohammad Lakotani,S.H.,M.Si.

“Kami meminta kepada Gubernur untuk mendesak MENPAN-RB harus menambah kuota Formasi Khusus dan Umum Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Provinsi Papua Barat” ucap Yustus Diwansiba.

Ikatan Mahasiswa Arfak Gelar aksi demo damai di Kantor Gubernur Papua Barat, Rabu (04/10/2017)

Setelah menyampaikan aspirasi, Wakil Gubernur, Mohammad Lakotani,S.H,M.Si langsung mengambil kebijakan, memerintahkan kepada kepala BKD untuk menghentikan sementara proses penerimaan CPNS melalui sistim online.

“Saya minta kepala BKD untuk datang kita rapat untuk membicarakan penghentian sementara penerimaan CPNS melalui Online, menunggu komunikasi lebih lanjut ke pemerintah pusat melalui Menpan-RB” kata Wakil Gubernur ketika ditanya awak media.

Sesuai pantauan media ini, aksi demo mahasiswa arfak yang berlangsung 4 jam ini berlangsung aman, tertib dan lancar. Penyampaian aspirasi ini dikawal 1 SST Dalmas Polres Manokwari.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar