Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Hadapi CoTS, Pemerhati Laut Raja Ampat Akan Gabung Jurus

0 139

Waisai, TN – Aksi inisiatif pembersihan Bintang Laut Berduri atau Crown of Thorns Starfish (CoTS) oleh sejumlah pegiat lingkungan di perairan laut Raja Ampat.

Berharap inisiatif ini segera ditanggapi oleh pemerintah melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelola Kawasan Konservasi Perairan (UPT Pengelola KKP) Kepulauan Raja Ampat Provinsi Papua Barat.

Dengan menggandeng organisasi-organisasi non-pemerintah seperti Raja Ampat SEA (Science, Education, Awareness) Centre dan Conservation International (CI) Indonesia, serta PT. Emerald Ocean Nusantara (EON) Engineering.

Unit Pengelola Kawasan Konservasi Perairan di Raja Ampat ini, akan menggelar sebuah seminar seputar Bintang Laut Berduri di aula Pertemuan Kantor Bupati Raja Ampat, Senin (10/9).

Kepada awak media, Syafrie Tuharea, Kepala UPT Pengelola KKP Kepulauan Raja Ampat Provinsi Papua Barat memaparkan tujuan dari Seminar tersebut.

“Ini untuk memberikan informasi kepada khalayak tentang Crown of Thorns Starfish, dan dampaknya bagi lingkungan bila (populasinya) banyak di laut, dimana melalui Seminar ini, diharapkan bahwa masyarakat dan para pemanfaat kawasan konservasi menyadari pentingnya menjaga ekosistem laut,” ujar Kepala UPT Pengelola KKP Kepulauan Raja Ampat Provinsi Papua Barat, Syafrie Tuharea.

Dijelaskannya lebih lanjut, Dr. Mark V. Erdmann akan memaparkan materi terkait pemahaman yang lebih mendalam mengenai Bintang Laut Berduri dan dampaknya ketika terjadi ledakan populasi.

“Sementara metode penanganan dengan cara injeksi dan pengangkatan bintang laut berduri akan dipaparkan oleh, berturut-turut oleh Mr. Warwick Alliston dari PT. EON Engineering, dan Ronald Mambrasar, warga Kampung Arborek yang juga terlibat secara rutin dalam aktivitas penanganan dari Program Kelautan Raja Ampat CI Indonesia,” Jelas Tuharea.(*)