Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

FJP Papua Barat Gelar Donor Darah dan Diskusi Publik

0 33

Sorong, TN –  Forum Jurnalis Perempuan (FJP) Papua Barat menggelar kegiatan donor darah dan diskusi publik terkait Sustainable Development Goals (SDGs) Selasa, (25/9) bertempat di kantor LPP RRI Sorong.

Kegiatan ini mengangkat thema Index Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia di tahun 2030 dan dibuka langsung oleh Walikota Sorong, Drs. Ec Lamberth Jitmau M.M.

Dalam sambutannya Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau menyebutkan IPM di Papua Barat sendiri lebih unggul 62,99  persen dibandingkan di Provinsi Papua yang jumah IPM nya sebesar  59.09 persen.

Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau membuka langsung kegiatan Diskusi publik yang diselenggarakan oleh FJP Papua Barat.

“IPM kota sorong sendiri  sebesar 76,73 persen dan bisa dikatakan diatas rata-rata  nasional.  Termasuk pertumbuhan ekonomi 11,3 persen,  itunjuga diatas rata-ratanasional.. Ini merupakan kerja keras kita dan kota Sorong bisa maju dari waktu ke waktu berkat SDM yang saya miliki,”ujar Lamberth.

Sementara itu, Ketua FJP Papua Barat, Olha Mulalinda pada media menjelaskan terkait diskusi public dengan menghadirkan sejumlah stokeholder, pihaknya berharap hasil survey tim relawan SDGs dapat membantu Pemerintah Daerah dalam lainnya agar dapat membuat program kerja yang akuntabilitas dan berpihak kepada masyarakat

“Pada kegiatan ini,  kami bekerjasama dengan tim advokasi relawan SDGs yang sudah hampir 2 bulan melakukan survey terkait kebutuhan dasar masyarakat dari 17 program unggulan SDGs,” terang olha

Dari 17 program unggulan yang dilaksanakan, menurut Olha kesehatan yang menjadi prioritas terkait Donor Darah, mengingat kebutuhan darah di wilayah Sorong Raya sangat tinggi dan sering kehabisan stock di tempat-tempat pelayanan kesehatan.

“Meski FJP baru terbentuk pada Maret lalu namun FJP berkomitmen tetap eksis dan berkarya menjadi Forum yang membela kepentingan masyarakat juga jurnalis perempuan yang pro terhadap Perempuan dan Anak Indonesia khususnya Perempuan Papua,” tegas Olha.