Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dalam 4 Hari, Dua Kendaraan Jadi Korban Laut

0 76

Fakfak, TN – Setelah 1 dump truck terseret tongkang pengangkut pasir dan tercebur ke laut depan Kantor Bank Papua di Jl. Salasa= Rabu (4/7) lalu, Minggu (8/7) dini hari, sekitar pukul jam 03.30 WIT, sebuah avansa milik rakyat dengan nomor polisi PB 5570 F, hilang kendali, dan tercebur ke laut di Jl. JP Matondang atau tebing, Seberang.

Akibatnya, avansa hitam yang dikemudikan oleh Faisal Temongmere (20 tahun) yang membawa 6 penumpang, yakni Hasan Kabes, Ahmad Rifai, Riyoman Mahubesi, J Risman Rahakbau, Deni Suparman Iha dan Diryo Abdul Sanusi itu, terjun bebas ke laut dan tenggelam. Untungnya, lokasi tersebut tidak dalam. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal ini, namun Hasan Kabes dikabarkan pingsan dan dilarikan ke RSUD Fakfak.

Kasat lantas Polres Fakfak, Iptu. Yosias, dalam penjelasannya via whatsapp menjelaskan bahwa, pihaknya tetap melakukan tindakan sesuai prosedur dan menyatakan bahwa kecelakaan terebut terjadi akibat pengemudi dalam pengaruh minuman keras, sehingga kurang hati-hati.

“Pengemudinya dipengaruhi miras, dan akibat kecelakaan ini, kerugian materi ditaksir senilai 100 jutaan,” jelas Yosias.

Untuk menarik atau mengevakuasi avansa tersebut, 1 truk milik BPBD dan 1 jeep dikerahkan. Kerangka avansa diikat ke truk dan jeep dan selanjutnya menarik avansa naas tersebut, keluar dari laut. Sebelumnya, puluhan orang juga menarik mobil tersebut, agar mendekati daratan.

Peristiwa ini menarik perhatian ratusan orang. Mereka bahkan rela berhujan-hujan, menunggu proses evakuasi mobil dari dalam laut. Mereka bahkan mengabaikan keselamatan dirinya, dari kemungkinan kejatuhan batu tebing yang kadang terjadi di lokasi tersebut.

Perlu diketahui, Jalan JP Matondang merupakan jalan yang dibuka dengan meledakkan tebing dengan dinamit saat Matondang menjadi Bupati Fakfak. Kadang, ada batu berukuran cukup besar yang jatuh di jalan tersebut.

Sementara itu, dump truck yang tercebur karena terseret tongkang pengangkut pasir, nasibnya belum jelas. Hingga kini, truk bongsor tersebut masih berada dalam laut. Upaya menarik truk tersebut, masih belum membuahkan hasil lantaran bodi truk yang terjepit batu.

Informasi yang dihimpun menjelaskan bahwa, dump truck tersebut terseret tongkang, karena tali tongkang diikat di body dump truck tersebut. Ketika tongkang dalam kondisi kosong, setelah sekitar 4.500 kubik pasir di keluarkan, tongkang yang tanpa beban itu, kemungkinan terseret arus laut yang kondisinya berombak.