Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bupati Raja Ampat Saksikan Pembukaan Sasi Hasil Laut

0 127

Waisai, TN – Setelah setahun lamanya Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Kofiau diikat dengan larangan atau Sasi Hasil Laut oleh agama dan adat masyarakat Kofiau.

Tepat pada, Sabtu (20/10), Sasi atau larangan tersebut, dibuka kembali untuk dimanfaatkan oleh masyarakat, bertepatan dengan kunjungan peserta Festival Bahari 2018.

“Hasil laut yang disasi selama ini diantaranya, Teripang, Udang Lobster, Ikan dan hasil laut lainnya,” ujar Manager Program The Nature Conservancy (TNC) Raja Ampat, Luki Rumetna.

Menurutnya, pembukaan Sasi tersebut diawali dengan doa yang dipimpin oleh Pdt. Katutung dan kemudian dilanjutkan dengan prosesi adat oleh tiga tokoh adat Kofiau, Eliya Ambrauw, Abner Watem, dan Nelwan Watem.

Dalam prosesi adat itu, ketiganya mengajak masyarakat adat bersama Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati (AFU) dan peserta Festival untuk menyaksikan proses pemberian sesajen atau kekes.

Lokasi yang berada di perairan Kampung Awat ini, memiliki luasan area yang disasi sekira satu kilo meter persegi.

Dikatakan, inisiatif Sasi yang dimulai oleh masyarakat adat dan tokoh agama Kofiau dengan dukungan BLUD Raja Ampat dan TNC memiliki tiga tujuan utama, yakni Ekologi, Ekonomi dan Budaya.

“Tujuan utama Sasi ini adalah Ekologi, Ekonomi dan Budaya. Ekologi adalah menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati Raja Ampat. Lalu ekonomi disini adalah peningkatan pendapatan masyarakat dalam memanfaatkan alam laut Raja Ampat. Dan Budaya adalah adat yang harus dilestarikan untuk anak cucu,” jelas Lucky Rumetna.(*)