Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Bupati AFU Ternyata Murni Keturunan Suku Ambel

0 423

Waisai, TN – Bupati Raja Ampat, H. Abdul Faris Umlati, SE (AFU) secara resmi dinobatkan alias dikukuhkan menjadi anak adat suku Ambel dan suku Laganyan di halaman, kantor Pelayanan Kampung Kabare distrik Waigeo Utara Raja Ampat, Kamis (8/2/). Acara penobatan AFU sebagai anak adat suku Amel dan Laganyan berjalan lancar tanpa hambatan apapun di halaman kantor pelayanan Distrik Kabare.

Sebelum digelar pengukuhan, perwakilan dari tua tua adat lebih dulu membacakan silsilah keturunan daripada H. Abdul Faris Umlati. Pada isi sejarah singkatnya, AFU berasal dari keturunan Marga Tamima, dan dari Marga Sonoy Andey suku Ambel. Usai baca isi silsilah, dilanjutkan prosesi adat oleh Bernard Sonoy, Yustus Sonoy dan juga Albert Fiay.

Prosesi penobatan diawali dengan memasang mahkota Cendrawasih yang melambangkan kekuasaan, kekuatan, tatanan dan budaya. Lalu, memberi Parang melambangkan alat untuk pembela diri, kelompok terutama suku Ambel dan Laganyan. Juga Salawaku, alat yang dipakai untuk tangkis berbagai ancaman sebagai anak Mambri dan Tas melambangkan isi pokok pemikiran.

Ketua LMA Suku Batan Agi, Marindal mengaku, acara pengukuhan tersebut hanya suku Ambel dan Laganyan. Sedangkan suku Wawiyai, Kawe dan empat suku besar yang berada di Waigeo Utara belum terlaksana. Karena masih tunggu digelar acara musyawarah adat secara besar-besaran serentak pada Maret 2018 di ibu Kota Waisai Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

“Kita mau perjelas bahwa, acara pengukuhan tadi siang merupakan internal keluarga. Nanti, setelah keluarga sudah beres maka kita urus satu pulau termasuk empat suku akan masuk. Rencana pada Maret, empat suku besar akan kumpul di Waisai gelar musyawarah besar tapi satu hari sebelumnya, kami akan deklarasi bersama bupati AFU”, jelasnya, kemarin.

Sementara Bupati AFU mengatakan, dirinya sangat terharu bercampur bahagia dapat dinobatkan menjadi anak adat suku Ambel dan Laganyan Waigeo . Ia juga tidak menyangka dapat kembali bersama-sama keluarga yang berada di Kabare dan sekitarnya, terlebih khusus keluarga besar suku Ambel dan suku Laganyan yang mediami wilayah pesisir tersebut.

“Ini (pengukuhan,red) untuk mempertegas saya sebagai anak adat bukan anak yang dapat dari pinggiran ataupun mencederai kelompok adat lain. Tetapi keluarga ingin memperjelaskan ke masayarakat garis keturunan bahwa, saya juga anak adat dari dua kesukuan besar Ambel dan Laganyan yang telah mendiami Waigeo Utara”, terang AFU kepada Wartawan, kemarin(8/7) di Dermaga Waisai.

Lanjutnya, acara pengukuhan suku Ambel dan suku Laganyan tersebut, tidak melibatkan LMA tetapi internal keluarga saja maka orang lain tidak perlu harus berbicara banyak. “Saya juga tidak ingin menuntut hak kesulungan tapi mau membuktikan bahwa saya memiliki darah dari suku besar. Saya juga datang bukan mencari kekuasaan di Raja Ampat”, tegasnya.

Tadi juga sudah dibacakan dan dijelaskan, AFU dilahirkan oleh perempuan asli dari suku besar Ambel di Waigeo Utara. Sehingga saya datang untuk mengikat tali persaudaran keluarga suku besar ini. Saya datang tidak melihat perbedaan agama tetapi melihat saudara-saudaraku ku di Kabare. Saya ingin membuktikan bahwa, AFU lahir dari suku besar Ambel”, tambahnya. (*)