​Pj. Bupati Buka Palang Kantor Bappeda Tambrauw

1
52

Tambrauw, TN – Selama beberapa hari kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappedda) kabupaten Tambrauw dipalang. Akhirnya  dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati, Elisa Sroer pada Selasa, (3/5).  Pembukaan palang ini disepakati oleh semua staf pegawai Bappeda usai melakukan pertemuan tertutup bersama kepala kantor dan Pj. Bupati.
Saat melakukan pembukaan palang, Sroer berpesan kepada seluruh staf Bappeda agar meningkatkan hubungan komunikasi dalam internal merela sendiri. “Jadi kalau bisa rekan-rekan selalu bertanya agar tidak terjadi kesalah pahaman. Malu bertanya nanti sesat di jalan,” ujar Sroer. 

Dirinya menambahkan agar para pegawai dapat terus melakukan melakukan pekerjaan seperti biasanya. Saat itu juga kayu palang yang menghalangi pintu kantor dibuka langsung oleh Pj. Bupati.

Sebelumnya, dalam sebuah pertemuan. Sejumlah pegawai menuntut kepada Pj. Bupati agar pimpinan Bappeda segera diganti. 

Kepala Bappeda, Abdul Malik Kastela yang juga turut hadir pada pertemuan itu mengaku, jikalau pada saat itu tuntutan tersebut dikabulkan oleh Pj. Bupati, maka ia bersedia untuk melepas jabatannya. “Saya bukan orang yang gila jabatan. Kalau memang kondisi mengharuskan saya lepas jabatan sebagai pimpinan di Bappeda tidak menjadi masalah buat saya,” ujar Kastela. 

Tetapi Pj. Bupati berkata lain, Sroer menyampaikan jika masalah ini tidak perlu harus sampai ke tahap seperti itu karena masih ada jalan keluar lain yang bisa disepakati.

Akhir dari pertemuan itu Kastela mengakui memang ada miss komunikasi antara dirinya dengan para kepala bidang lainnya. “Ini akan segera kita coba benahi. Saya juga sebagai pimpinan mengakui ada kekurangan dan masalah ini juga menjadi bahan evaluasi bagi saya, kedepan kita akan coba memperbaikinya,” ujarnya.

“Pokoknya kedepan kami akan memcoba untuk mengevaluasikan kembali keluhan-keluhan yang sudah disampaikan,” tutup Kastela.
Sementara salah satu perwakilan dari para staf Bappeda, Jakonias Ajambuani bersama para staf Bappeda sudah sepakat untuk membuka kembali palang pada pintu kantor Bappeda. Hanya saja mereka menuntut agar Kepala Bappeda bersedia untuk menanda tangani surat pernyataan sikap yang berisi tentang tuntutan-tuntutan yang telah disampaikan. Akan tetapi Kastela enggan untuk menanda tangani surat tersebut. (*)

1 KOMENTAR

Tinggalkan Komentar