Filep : Calon MRPB Yang Terindikasi Ijasah Palsu Meningkat

0
140
Jubir Pansel Calon MRPB, Filep Wamafma,S.H,M.Hum menunjukan 194 dokumen ijasah milik Calon MRPB yang divalidasi oleh Pansel

Manokwari,TN- Ternyata kekhawatiran banyak orang terkait indikasi meningkatnya calon anggota MRP Provinsi Papua Barat periode 2017-2022 yang memiliki ijasah palsu (IPAL) terwujud.

Juru bicara panitia seleksi calon MRPB periode 2017-2022, Filep Wamafma,S.H,M.Hum dalam keterangan persnya kepada awak di Manokwari, Minggu (11/06/2017) mengatakan, indikasi kepemilikan ijasah palsu bertambah.

Dimana, sebelumnya Panitia seleksi menemukan sekitar 30-an calon anggota MRP Papua Barat terindikasi memiliki ijasah palsu, namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan ternyata meningkat jadi 50 orang.

Berdasarkan hasil validasi 194 dokumen ijasah melalu sistim Dikti Pusat pangkalan data perguruan tinggi (PDPT) hingga Minggu (11/06/2017) sore, ijasah milik calon MRP Papua Barat yang sangat diragukan keasliannya itu sudah mencapai 50 orang.

194 dokumen ijasah calon MRPB yang dilakukan validasi oleh Pansel

“Dengan menggunakan sistim PDPT, dapat kami validasi per kabupaten, kelompok perempuan, adat, agama dan kami menggunakan metode untuk membedah tentang tingkat resiko atau pelanggaran berat ijasah seperti apa, atau unsur kelalaian atau kesalahan” jelas ketua STIH Manokwari itu.

Dosen Hukum ini memberikan salah satu contoh ijasah yang benar milik calon MRPB dan ketika dicek pada sistim PDPT, langsung muncul identitas dan riwayat pendidikan pada perguruan tinggi tersebut serta status kelulusannya.

Kemudian, ada lagi ijasah milik calon MRPB tetapi ketika dimasukan dalam sistim Pangkalan Data Perguruan Tinggi sama sekali tidak ditemukan identitas serta status pendidikan mahasiswa yang bersangkutan.

“Jadi calon MRPB yang memiliki ijasah lulusan 2006 keatas kita akan rujuk pada sistim PDPT sementara lulusan tahun 1990an keatas kita akan minta klarifikasi ketika masuk pada tahapan-tahapan berikutnya” ujarnya.

Filep menuturkan, 50 orang yang terindikasi memiliki ijasah palsu ini kampusnya di luar Papua dan perguruan tinggi kristen mendominasi karena diduga fokus pada pelayanan theologi sehingga tidak menggunakan sistim PDPT.

“Yang banyak Perguruan Tingginya ada di Jakarta, Surabaya, Manado dan Makassar” pungkasnya.

Meski diantara 50 orang yang terindikasi ijasah palsu masih berada dalam 167 calon MRPB yang selanjutnya mengikuti seleksi tahapan berikutnya, namun Pansel ada atrategi untuk menghentikan langkah mereka.(***)

Tinggalkan Komentar