Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Otto Ihalauw : Penyelesaian Persoalan Ibukota Maybrat Sudah Ada Titik Terang

0 283

Kumurkek, TN- Ketua tim rekonsiliasi penyelesaian persoalan ibu kota kabupaten Maybrat, Drs Otto Ihalauw, MA, mengatakan terkait persoalan pemindahan ibukota Maybrat Papua Barat, sudah ada titik terang komitmen untuk berdamai.

Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan usai acara penyelesaian adat sosial dan budaya masyarakat Maybrat, sebagai salah satu tugas terakhir tim rekonsiliasi, di alun-alun Feithmayaf Kumurkek, Rabu (12/9).

“Saat ini sudah tidak ada lagi A1, A2 atau A3. Semua sudah jadi satu, yang ada sekarang Ayamaru, Aitinyo, Aifat, Mare dan Yumases di kabupaten Maybrat,” ujar Otto Ihalauw.

Sebelumnya, tim rekonsiliasi telah bertemu langsung dengan bupati Maybrat, Bernard Sagrim dan ketua DPRD Maybrat, Fernando Salossa sekaligus menyepakati perdamaian persoalan pemindahan ibukota Maybrat tersebut.

“Saat ini saya mau katakan bahwa, pak bupati Bernard Sagrim, sudah menyatakan bahwa dia akan mengoprasionalkan pemerintahannya di Kumurkek,” tegas mantan bupati Sorong Selatan itu.

Selanjutnya, kata Otto Ihalauw, masih ada satu tugas terakhir dari tim rekonsiliasi yaitu menggelar pertemuan segi tiga, antara tim rekonsiliasi, bupati Bernard Sagrim dan Sekretaris daerah, Agustinus Saa.

Menurutnya, Bupati Bernard Sagrim minta kepada tim rekonsiliasi, untuk menyampaikan kepada gubernur dan menteri serta seluruh masyarakat adat, agar memberikan jaminan keamanan terhadap pelaksanaan pemerintahan di Kumurkek.

“Masyarakat adat sudah menyatakan komitmennya untuk damai, untuk itu wujudnya adalah memberikan rasa aman apabila bupati Bernard Sagrim akan berkantor di Kunurkek,” jesanya.

Otto Ihalauw himbauan kepada seluruh warga masyarakat adat kabupaten Maybrat, untuk menjaga penyelenggaraan pemerintahan yang sudah berjalan selama kurang lebih 10 tahun ini.

Penyelesaian adat sosial dan budaya masyarakat Maybrat, sebagai salah satu tugas terakhir tim rekonsiliasi, dilakukan dengan cara penyerahan kain timor berbagai jenis, sebanyak 520 buah dari empat sub suku, Ayamaru Raya, Aifat Raya, Aitinyo Raya dan Yumasess Raya.(*)