Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kabag Hukum: Wujudkan “Gempar Emas”, OPD Harus Laksanakan Perda Nomor 17

0 223

Waisai, TN – Kepala Bagian Hukum kabupaten Raja Ampat, Mohliyat Mayalibit,SH menyayangkan minimnya pendapatan asli daerah (PAD) pemda Raja Ampat. Padahal instrumen untuk mendongkrak PAD itu sudah terinci dalam Perda Nomor 17 Tahun 2017 tentang larangan labuh tambat bagi kapal pesiar dan live board dalam kawasan destinasi wisata Raja Ampat.

Perda Nomor 17 Tahun 2017 adalah revisi dari Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pemanfaatan pulau Saonek Mondey, pulau Jefman dan kampung Harapan Jaya sebagai tempat labuh tambat kapal pesiar dan live board di kabupaten Raja Ampat.

Menurut Mohliat, Perda itu dilahirkan untuk memaksimalkan pengelolaan destinasi pariwisata di Raja Ampat, namun sejauh ini tidak jalan dengan baik.

Mohliat juga menyayangkan pembentukan Tim percepatan pembangunan Raja Ampat yang terdiri dari Dinas Perhubungan, Pariwisata, PU dan Peridagkop pada tahun 2014 terkesan mandul yang menyebabkan tidak meingkatnya PAD kabupaten Raja Ampat.

Padahal menurut Mohliat, jika amanat Perda tersebut dilakasanakan dengan baik, maka visi- misi kepala daerah yaitu, Gerakkan Membangun Pariwisata dan Ekonomi Pariwisata Masyarakat ( Gempar Emas) akan terwujud.

Kabag Hukum, juga curiga sebenarnya ada apa sehingga Perda sebagai pendongkrak PAD Raja Ampat itu tidak diindahkan oleh OPD yang bersangkutan, jangan sampai ada unsur pembiaran atau ada oknum yang nakal.

“Amanat Perda Nomor 17 Tahun 2017 adalah implementasi dari keinginanan bapak bupati untuk menaikkan PAD, dan ini harus dilaksanakan,” tegas Mohliyat.

Mohliyat juga menyayangkan kenapa Raja Ampat dubandingkan kota Sorong lebih banyak menerima pendapatan dari sektor wisata, dibanding yang diterima oleh kabupaten Raja Ampat, padahal yang memiliki destinasi adalah Raja Ampat.

” OPD yang terlibat, seperti Perhubungan, PU, Pariwisata dan Perindagkop seharusnya serius menjalankan amanat Perda. Sehingga kebutuhan kapal pesiar dan live board dapat terpenuhi yang dampaknya akan meningkatkan PAD,” imbuhnya.