Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Demo Damai, Warga Ayamaru Raya Minta Ibukota Maybrat Tetap Di Ayamaru

0 546

Maybrat, TN- Mayarakat Ayamaru Raya dan Aitinyo melakukan unjuk rasa tolak Putusan Mendagri, Tjahjo Kumolo, mengembalikan letak Ibukota Maybrat Papua Barat dari Ayamaru kembali ke Kumurkek, Kamis (31/5).

Selain menuntut hasil putusan Mendagri, masa juga menolak penandatanganan petisi oleh tim rekonsiliasi yang dipimpin Drs. Otto Ihalauw, MA, terkait pengembalian letak ibukota Maybrat.

Menurut, Kapolres Sorong Selatan, AKBP. Romilus Tamtelahitu, S.Sos, S.I.K, M.Krim, dalam long mars masa menggotong peti jenazah yang ditutup bendera merah putih.

“Mereka membawa peti jenazah sebagai tanda protes, selain itu juga ada spanduk yang bertuliskan, Kami Masyarakat Ayamaru Raya dan Aitinyo Mendukung Sepenuhnya Pemerintah Maybrat yang Beribukota di Ayamaru,” ujar Kapolres Romilus Tamtelahitu.

Demo damai memprotes keputusan Mendagri untuk kembalikan Ibukota Maybrat ke Kumurkek di lapangan Ella Ayamaru berjalan aman dan damai.

“Setelah melakukan aksi tersebut, kami himbau supaya masyarakat kembali kerumah masing-masing dengan tertib dan tentunya menjaga keamanan,” tegas Tamtelahitu.

Kapolres Sorsel ini, juga mewakili Kepolisian dan TNI menyampaikan teeimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah tertib melakukan aksi unjuk rasa dilapangan ella,” lanjutnya.

Intinya unjuk rasa tersebut, masyarakat Ayamaru Raya dan Aitinyo menolak dengan tegas Keputusan Mendagri mengembalikan Ibukota Maybrat ke Kumurkek.

Masyarakat Ayamaru dan Aitinyo juga tetap memperjuangkan putusan Mahkama Konstitusi (MK) Nomor : 66 tahun 2013 bahwa ibunkota kabupaten Maybrat di Ayamaru.

Dan meminta kepada gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacaan serta Mendagri Tjahjo Kumolo segerah mencabut rekomendasi tentang letak ibukota kabupaten Maybrat di Kumurkek.(*)