Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Pasca Ledakan Fitoplankton, Warga Ambon Dilarang Konsumsi Ikan

0 115

Ambon, TN – Pasca adanya ledakan fitoplankton (blooming fitoplankton) yang menyebabkan puluhan bahkan ratusan ikan di Teluk Ambon, Kota Ambon mati, membuat Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Persampahan (DLHKP) Kota Ambon melarang warga pesisir Teluk Ambon untuk tidak mengambil ikan dan kerang (bia) yang terpapar mati.

Himbauan ini disampaikan lewat surat pemberitahuan nomor 050/16/DLHP yang diterima Teropongnews.com, Senin (14/1) yang ditujukan kepada para camat Se-Kota Ambon.

“Sehubungan dengan ledakan (blooming) fitoplankton di perairan Kelurahan Lateri dan Negeri Passo, Kecamatan Baguala hingga dusun Batu Koneng, Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, untuk itu diberitahukan kepada masyarakat di pesisir Teluk Ambon, terutama mereka yang mencari atau mengambil kerang-kerang (bia) maupun ikan yang terpapar mati, agar sementara waktu tidak melakukan kegiatan dimaksud serta tidak mengonsumsi guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” demikian bunyi pemberitahuan yang ditandatangani Kepala DLHKP Ambon, Lusia Izaak.

Lusia juga meminta para camat memberitahukan informasi tersebut kepada raja, lurah, dan kepala desa di wilayah kerja masing-masing, sehingga masyarakat bisa menghindari untuk mengkonsumsi ikan mati di laut.

Peneliti Pusat Penelitian Laut Dalam-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2LD-LIPI), Hanung Agus Mulyadi mengatakan, pihaknya belum memastikan kondisi terakhir dari ledakan fitoplankton jenis Dinoflagelata Gonyaulax tersebut.

“Hari ini (kemarin) peneliti sedang turun hari ketiga di Teluk Ambon,” katanya singkat.

Untuk diketahui, ledakan itu terjadi sejak Kamis (10/1) pagi, dengan luasan mencapai 31 hektare di perairan Desa Lateri dan Passo, Kecamatan Baguala hingga kawasan guru-guru, Poka, Kecamatan Teluk Ambon.Tingkat kepadatan ledakan terbilang tinggi, yakni 9√ó100 ribu sel per liter hingga 2,5√ó1000 juta sel per liter.(*)

Anda mungkin juga berminat