Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Partai Final Piala Kapolda Maluku U23 Berakhir Ricuh

0 38

Ambon, TN – Partai final Turnamen Sepakbola Millenial U23 Piala Kapolda Maluku 2019, berakhir ricuh. Para suporter yang mengamuk, lantaran diduga tidak terima dengan kekalahan timnya FC Tulehu Putra.

Ratusan massa suporter yang berusaha menerobos masuk lapangan stadion Mandala Remaja, Kota Ambon, Minggu (10/2) sore itu, berhasil dicegat aparat gabungan TNI dan Polri.

Kericuhan mulai terjadi setelah gawang FC Tulehu Putra dibobol striker Pelauw Putra FC dalam laga final yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIT itu. Situasi kala itu berhasil diredam.

Namun saat wasit meniup peluit berakhirnya pertandingan, emosi suporter tak bisa dibendung. Mereka menerobos masuk lapangan. Bahkan, official FC Tulehu Putra tampak memukul Wasit.

Ratusan pendukung Tulehu Putra mengamuk, karena wasit yang memimpin jalannya pertandingan dianggap berpihak. Emosi suporter mulai terlihat setelah wasit menganulir gol pertama yang diciptakan Tulehu Putra.

Gol pertama dari Tulehu Putra itu dianggap berada pada posisi offside. Tak berselang lama, Pelauw Putra kemudian mencetak gol di menit terakhir. Skor tipis 1-0 bertahan hingga babak kedua berakhir.

Kericuhan dapat dikendalikan setelah aparat gabungan TNI dan Polri mengamankan sejumlah provokator yang diketahui telah dipengaruhi minuman keras.

Sekitar pukul 18.00 WIT, proses penyerahan piala kepada pemain terbaik, top skor, juara tiga, dua dan pertama baru dapat dilangsungkan.
Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa saat dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Senin (11/2) pagi, menghimbau warga agar tetap tenang.

“Kami menyelenggarakan iven ini hanya dua tujuan. Pertama untuk menghibur masyarakat Maluku dan kedua menggali bibit muda Maluku agar bisa bersaing secara nasional. Jangan kotori tournament ini,” pinta Kapolda.

Kapolda mengatakan, untuk membangkitkan sepakbola tidaklah mudah. Butuh perjuangan secara perlahan lahan.

Menurutnya, sepakbola ibarat anak yang baru lahir. Dia tidak akan langsung bisa berjalan, tapi butuh proses melalui pelatihan, merangkak hingga dapat berjalan dengan baik.

“Sepakbola Maluku tidak ada masalah kalau harus merangkak dan tertatih-tatih. Yang paling utama adalah bagaimana kita mau berupaya untuk membangkitkannya kembali. Apapun halangan, rintangan dan tantangan harus kita hadapi bersama sama,” harapnya.

Sepakbola Maluku, lanjut mantan Kakor Lantas Polri ini harus dimulai dengan semangat penuh kegembiraan, senyuman, kendati sedikit mengalami penderitaan.

“Mari kita terus maju menciptakan sepakbola Maluku ini. Yang mungkin sedikit redup, Polda, Kodam, Asprov PSSI, Gubernur dan kita semua mencoba membangkitkan sepakbola di negeri kita Maluku tercinta,” pintanya.(*)

Anda mungkin juga berminat