Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Legislator Soroti Pengoprasian Kenderaan Pabrik Semen

0 0

MANOKWARI,TN– Anggota DPR Papua Barat, Jhon Dimara,S.H menyoroti Pengoperasian kendaraan PT SDIC Papua Cement Indonesia atau pabrik semen Maruni. Pasalnya, kendaraan operasional berupa dum truck berukuran besar tidak dilengkapi kelengkapan kendaraan bermotor yaitu nomor polisi.
“Aneh, kendaraan sebesar itu bisa tidak menggunakan nomor polisi? Ini jelas di depan mata fisiknya terlihat mengapa tidak ditertibkan oleh pemerintah daerah dan pihak kepolisian. Apakah ada pembiaran? Harus ada ketegasan,” kata Wakil Ketua Komisi B DPR Papua Barat, Jhon Dimara, belum lama ini.
Kata Jhon, keberadaan kendaraan operasional pabrik semen tersebut tanpa kelengkapan seperti lazimnya kendaraan bermotor lainnya patut dicurigai. “Bisa saja kendaraan-kendaraan tersebut terindikasi didatangkan tanpa melalui proses yang resmi. Harus ada ketegasan dari pihak-pihak yang berkompeten. Terkesan juga tidak ada penertiban,” ungkapnya
Menurut Dimara, langkah penertiban harus diambil oleh pemerintah daerah. Karena ada kepentingan daerah dalam hal penerimaan pendapatan asli daerah (PAD dari hasil pembayaran pajak dan retribusi kendaraan bermotor. “Kendaraan pabrik semen yang beroperasi itu menggunakan fasilitas daerah, seperti jalanan umum sehingga wajib memberikan dampak positif bagi daerah maupun masyarakat. Kendaraan harus dilengkapi dengan dokumen kendaraan bermotor yang lengkap,” ujar Dimara lagi.
Selain itu, Dimara menyoroti juga kerusakan ruas jalan yang diakibatkan oleh kendaraan-kendaraan operasional pabrik semen Maruni. “Pihak perusahaan harus bertanggungjawab atas kerusakan ruas jalan di sekitar areal pabrik,” tandasnya.
Dia menambahkan, perusahaan harus membuat jalur alternatif untuk dilintasi kendaraan operasional. Sehingga tidak mengganggu ruas jalan yang digunakan oleh masyarakat. “Persoalan ini harus disikapi oleh pemerintah daerah sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi. Kondisi ruas jalan di sekitar areal perusahaan memprihatinkan karena rusak parah,” imbuhnya. (*)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar