Ketua DPR-PB : Raja Ampat Dipastikan Masuk PBD

0
111

JAKARTA,TN– Kalau Papua Barat Daya mekar nanti, maka Kabupaten Raja Ampat dapat dipastikan akan jadi bagian Provinsi baru itu. Hal ini ditegaskan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB), Pieterz Kondjol, S.E,M.A kepada wartawan, usai mengikuti pelantikan Drs Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani, S.H M.Si sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat periode tahun 2017-2022 di Istana Negara, Jumat (12/05/2017).
Menurutnya, hal itu sesuai konsultasi dengan Kemendagri, khususnya Dirjen Otda. “Ada kewenangan Kemendagri untuk memasukkan Raja Ampat di PBD,” tuturnya.
Terkait wacana Raja Ampat mekar jadi provinsi kepulauan, Kondjol menyatakan mungkin saja walau kansnya kecil.
Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Gubernur Papua Barat, Abraham Octavianus Atururi di hari terakhir masa jabatannya meneken usulan pemekaran PBD. Hanya saja, Raja Ampat tidak masuk di usulan PBD itu, dan tetap bersama PB.
Sedangkan Kabupaten/ Kota yang masuk dalam PBD yang diusulkan terdiri dari Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, dan Tambrauw.
Kondjol kemudian menegaskan tim 11 sudah menemui kementerian terkait dan memberikan disposisi ke Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait pemekaran PBD itu. “Sekarang tergantung Presiden kapan akan mencabut moratorium pemekaran. Saat moratorium dicabut, PBD pasti masuk untuk dibahas,” tegasnya.
Menyangkut kemampuan negara terkait APBN, dia mengakui memang ada defisit fiskal soal itu. “Tapi, berdasarkan kepentingan strategis nasional, (PBD) itu harus dimekarkan dalam rangka mempercepat kemajuan di Tanah Papua. Saya ulangi, demi kepentingan strategi nasional,” tandasnya.
Kala ditanya tentang kapan PBD bisa terwujud, Kondjol menyatakan, sesuai konsultasi dengan BIN, Kemenko Polhukam dan Kemendagri, PBD besar kemungkinan bisa terealisasi sebelum Pemilu 2019.(***)

Tinggalkan Komentar