Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

DPR-PB Nilai PLN Lemah Tangani Pasokan Listrik di Bintuni

0 31

MANOKWARI,TN- Wakil Ketua DPR Papua Barat, Roberth Manibuy,S.H,M.M menilai PT PLN (Persero) Cabang Manokwari tak serius menangani pasokan listrik di Kabupaten Teluk Bintuni.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan V meliputi, Kabupaten Teluk Wondama, Fakfak, Kaimana dan Teluk Bintuni itu menuturkan, PLN mestinya serius dan tegas dalam mengatasi persoalan tersebut, agar pasokan listrik lancar sehingga tak ada lagi pemadaman listrik di Ibukota Kabupaten Teluk Bintuni.

“Sudah ada MoU antara Pemda dengan PLN, Namun jika kita amati kelihatannya ada titik lemah di PLN, bahasa kasarnya PLN tidak serius menangani persoalan ini” kata Roberth kepada sejumlah awak media usai sidang paripurna pengesahan Perda RPJMD Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat periode 2017-2022 di Gedung DPR-PB, Jum’at (03/11/2017) malam.

Mantan Wakil Ketua DPRD Teluk Bintuni ini, seharusnya pasca penandatanganan MoU dengan Pemda setempat, PLN sudah mampu menangani pasokan listrik di Kabupaten penghasil Migas itu.

“Namun faktanya sampai saat ini PLN tidak mampu, kami tidak tau karena apa tapi seharusnya terlepas dari pasokan dengan daya gas dari LNG, harusnya ada juga cadangan yaitu peninggalan pemkab yang merupakan tenaga diesel” ungkap politisi PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiuw,M.T menegaskan, PLN harus serius menangani persoalan gangguan pelayanan listrik di kota Bintuni dan Babo. Hal ini perlu diketahui masyarakat bahwa sejak ditandatanganinya MOU antara pemda Bintuni dan PLN area Manokwari maka seluruh mesin PLTD dan operasionalnya menjadi urusan PLN.

“Bahkan tunggakan masyarakat Rp.3 M atas pemakaian listrik hingga thn 2015 telah dibayar 50% yang bersumber dari APBD Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2017, terkait sumber PLTG dari LNG Tangguh perlu diperhatikan oleh PLN agar kebutuhan listrik di Bintuni tidak terganggu” tegas Bupati baru-baru ini.

Kasihiuw menambahkan, seharusnya Generator /PLTD di kampung lama, Teluk Bintuni dapat dioptimalkan agar mampu mengantisipasi bilamana ada gangguan dari suplai PLTG yang bersumber di Tangguh LNG, hal ini sesuai dengan MoU tentang serah trima operasi (STO) antara Pemda dan PLN.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: