Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Papua Eksplorers Resort dan Desa Wisata Arborek Harumkan Nama Raja Ampat

0 69

JAKARTA, TN – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengumumkan pemenang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018. Digelar di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (30/11) malam, 17 pemenang ISTA 2018 ini akan dijadikan destinasi wisata berkelanjutan kelas dunia.

Tahun 2018, Kemenpar memang gencar mengembangkan destinasi pariwisata berkelanjutan. ISTA 2018 adalah penghargaan yang diadakan untuk membangun kesadaran pengelola destinasi akan pentingnya pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan Permenpar No. 14 Tahun 2016 tentang “Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan”.

“ISTA diadakan untuk mensosialisasikan prinsip pariwisata berkelanjutan ke seluruh stakeholders pariwisata. Indikator-indikator yang dipakai dalam penilaian ISTA mengacu pada Permenpar No. 14 Tahun 2016 yang diadopsi dari kriteria GSTC (Global Sustainable Tourism Council). Jadi standar yang dipakai sudah internasional. Seperti yang saya sering katakan kalau ingin diakui secara internasional kita harus pakai standar bertaraf internasional,” ujar Menpar Arief Yahya.

Penghargaan ISTA 2018 diawali dengan pembukaan pendaftaran pada bulan Juli 2018 lalu. Diakhiri dengan Malam Penganugerahan kepada 17 destinasi wisata terbaik dalam penerapan pariwisata berkelanjutan yang dilaksanakan jumat (30/11) malam.

Hadir untuk menerima 2 penganugerahan, Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas dan Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, M. Yusdi Lamatenggo menjelaskan bahwa 2 penganugerahan yang diterima Raja Ampat adalah untuk kategori penghargaan dalam tata kelola adalah Papua Eksplorers Resort dan Pamong Pariwisata adalah Desa Wisata Arborek.

“Dengan 2 penganugerahan yang kita terima tahun ini, harapannya alam kita tetap lestari tapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat dari segi pariwisata akan terus meningkat. Dan juga, kedepan semua kegiatan wisata akan mengacu pada peraturan menteri diatas dan juga mengacu pada standar global GSTC tersebut,” jelas Wakil Bupati Raja Ampat.(*)