Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Papua Barat Memiliki 7 Alat Deteksi Gempa, 3 Diantaranya Rusak

0 497

Sorong, TN- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Sorong, Andri Wijaya Bindang, menyebutkan alat sensor gempa (sesmograf) yang dimiliki di Papua Barat sebanyak tujuh unit.

Dari ketujuh alat tersebut, hanya empat yang berfungsi dengan baik, sementara tiga diantaranya tidak berfungsi dan satu dicuri oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

“Provinsi Papua Barat memiliki tujuh buah alat pendeteksi gempa atau sesmograf, di Sorong ada dua, Raja Ampat satu, kemudian Fakfak, Kaimana, Manokwari dan Ransiki, masing-masing terdapat satu sesmograf, tetapi sekarang yang aktif tinggal empat, satu diantaranya dicuru,” ujar Andri, Sabtu (13/10).

Dikatakan sebanyak tiga unit alat pendektesian gempa yang rusak itu, akibat dari belum digantinya beberapa suku cadang yang sudah rusak, akibat keterbatasan anggaran.

“ini karena factor anggaran yang terbatas, sehingga dari BMKG pusat, dari 170 sensor di Indonesia, kami hanya dianggarkan dari pemerintah pusat hanya 70 sensor. Untuk itu kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sementara khusus untuk Provinsi Papua Barat, sampai saat ini belum memiliki alat pendektesian tsunami (Boi).

“kalau soal alat deteksi tsunami, di Papua Barat sendiri belum ada alat tersebut atau disebut (Boi), namun ini juga bukan tanggungjawab BMKG tapi bersama-sama dengan pemerintah Provinsi dan badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sehingga masing-masing bertanggungjawab, BMKG untuk sensornya dan BPPT untuk Boinya,” jelas Andri Wijaya. (*)