Solidaritas Mahasiswa Papua Demo Tolak PT. FI

0
69
Demo PT.FI
Solidaritas Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua gelar aksi demo damai di halaman kantor DPR-PB,Jumat (07-04-2017) menolak PT Freeport Indonesia di Timika, Papua ok

Manokwari,TN– Sekelompok orang yang menamakan diri, Solidaritas Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua Barat menggelar aksi demo damai di Kantor DPR Papua Barat, Jumat (07/04/2017)

Tujuan aksi demo damai tersebut adalah, menolak perpanjangan kontrak perusahan tambang asing di Tanah Papua termasuk PT Freeport Indonesia di Timika, Papua karena tak membawa kesejahteraan bagi masyarakat asli papua.

Dengan membawa spanduk yang bertuliskan, Thema : Menolak semua kesepakatan Indonesia dan PT Freeport “Tutup Freeport” “Berikan kebebasan dan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokrasi bagi rakyat Papua”

Selain itu sejumlah pamflet bertuliskan, “Kami mahasiswa, pemuda dan rakyat Papua tolak dengan tegas perusahan asing di Papua dan Papua Barat” “Tutup Freeport adili pelaku pelanggaran HAM di Papua” “Stop penangkapan, penyiksaan dan berikan penentuan nasib sendiri bagi bangsa rakyat Papua”

Puluhan mahasiswa dan pemuda papua ini menyampaikan aspirasi mereka kepada Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR-PB) namun aksi mereka berlangsung singkat karena hanya diterima 1 anggota DPR-PB, Ortiz Fernando Sagrim, ST. Setelah berorasi sekitar 30 menit massa aksi langsung membubarkan diri dengan tertib.

Kordinator aksi demo, Rusman Kelkusa dalam orasinya menegaskan, bahwa selama ini tidak ada keberpihakan dari hubungan PT Freeport dengan indonesia kepada orang asli papua (OAP) di Timika,Papua.

“Karena itu, mahasiswa dan masyarakat menolak dengan tegas keberadaan perusahan tambang terbesar di indonesia itu, agar tidak lagi beroperasi di Timika, Provinsi Papua” teriak Rusman disambut orasi massa aksi lainnya.

Sejumlah orator pun menyampaikan orasi yang sama, pada intinya menolak perpanjangan ijin perusahan tambang asin PT Freeport Indonesia (FI) karena tidak memberikan kesejahteraan bagi OAP, khususnya suku Amungme dan Kamoro di Timika, Namun mempertebal saku-saku elit politik bangsa ini.

Ketua komisi D DPR Papua Barat, Ortiz Fernando Sagrim,ST yang aksi menemui para pendemo ini menyempaikan permohonan maaf karena pimpinan dan anggota Dewan sedang melaksanakan kegiatan kedewanan, sosialisasi perundang-undangan segingga tidak bisa hadir menerima pendemo.

“Hal ini belum disampaikan saat ini, pasalnya pimpinan dan anggota Dewan saat ini sedang berada di daerah masing-masing dalam rangka kegiatan kedewanan” ujarnya.(*)

Tinggalkan Komentar