Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Komisi V : Runway Bandara Rendani Terpendek se-Indonesia

0 1

MANOKWARI,TN- Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menilai bahwa, Bandara Rendani merupakan Runway terpende se-indonesia, dimana panjangnya hanya mencapai 2000 meter.

Padahal yang ideal dan memenuhi standar bandara di Ibukota Provinsi harus panjang Runwaynya berkisar 2.250 hingga 2.500 meter, untuk take off dan lending pesawat berbadan besar.

“Memang jujur harus kita katakan bahwa dari sisi kebandaraan masih banyak hal yang harus dipenuhi sebagai sebuah persyaratan bandara rendani, apalagi ini di ibukota Provinsi Papua Barat, seperti runway bandara rendani sangat terbatas yaitu 2 kilometer atau 2000 meter”

Rombongan Komisi V DPR-RI melihat langsung kondisi badan pesawat boeng 737-300 Sriwijaya Air di Bandara Rendari, Manokwari, Jumat (09/06/2017)

Hal ini dikatakan wakil ketua komisi V DPR-RI, Dr Michael Wattimena,S.E,M.M kepada wartawan saat melihat langsung badan pesawat Sriwijaya Air boeng 737-300 dengan nomor penerbangan SJ 57O di Bandara Rendani Manokwari, Jumat (09/06/2017)

Michael mengatakan, tidak boleh saling menyalahkan pihak manapun terkait kejadian tergelincirnya pesawat boeng 737-300 milik maskapai penerbangan Sriwijaya Air pada tangga 31 Mei 2017 lalu.

“Intinya kehadiran kami (komisi V) disini untuk melihat sampai sejauh mana kondisi bandara rendani pasca kejadian akhir bulan mei lalu” ucap Wattimena didampingi sejumlah anggota komisi infrastruktur dari gedung senayan.

Pimpinan Komisi V DPR-RI Bersama komisi C DPR-PB melihat kondisi Bandara Rendani Manokwari, Jumat pagi

Dia berharap akan mengevaluasi dengan pihak terkait baik pemerintah daerah maupun pusat supaya kekurangan runway dapat terkoreksi dalam perbaikan kedepan, masyarakat tidak lagi menjadi korban dari keterbatasan fasilitas yang ada.

Menurut Wakil Rakyat dari Dapil Papua Barat ini mengatakan, Bupati Manokwari berjanji untuk melakukan pembebasan lahan dalam tahun 2017 ini dalam rangka perpanjangan runway rendani hingga 2.500 meter

Maka APBN 2018 akan didorong untuk membantu pembangunan perpanjangan bandara rendani, namun sayangnya politisi Demokrat ini belum memastikan rancangan anggaran yang akan diperjuangkan bagi bandara rendani di gedung senayan nanti.

Wakil ketua komisi V DPR-RI mendapat penjelasan dari pihak kemenhub terkait tergelincirnya pesawat sriwijaya air

“Kita tidak bisa berandai-andai karena itu harus sesuai dengan kewenangan dari pemerintah daerah dalam rangka pembebasan lahan dimaksud, menurut kami idealnya itu 2.500 meter dan bandara ini dibiayai dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Manokwari, Demas Paulus Mandacan mengatakan, pihaknya optimis pembebasan lahan bandara terealisasi pada tahun 2017 ini dengan anggaran Rp 30 milyar dari APBD Kabupaten Manokwari tahun 2017.

Sesuai jawdwal, setelah memantau bandara runway bandara rendani rombongan komisi V akan menggelar rapat bersama Gubernur Papua Barat di lantai V kantor Gubernur, Bukit Arfai, Manokwari, pukul 9.30 WIT.(***)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: