BPJN XVII Akan Dirikan Satgas Posko Pemantau Jalan Trans Papua

0
137
Kepala BPJN XVII PB Ir Yohanes Tulok sedang diskusi serius bersama konsultan akibat longsor yang terjadi di Gunung Sayori, Kabupaten Manokwari, Kamis (22/06/2017)

Manokwari,TN- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Papua Barat akan mendirikan Satuan Tugas (Satgas) Posko pemantaun permanen pada jalan Trans Papua.

Kepala BPJN XVII Papua Barat, Ir Yohanis Tulak Todingrara, M.T kepada wartawan mengatakan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional sebagai penyelenggara Jalan Nasional, Trasn Papua dan jalan Strategis, selain menjamin kelancaran transportasi darat, juga bertanggungjawab keamanan jalan.

“Karena itu, kami berkeinginan mendirikan Satgas Posko pemantau permanen di beberapa titik jalan Trans Papua khususnya dan Jalan Nasional ,” ungkap Yohanis saat memantau langsung 9 titik Satgas Posko jalur mudik lebaran sepanjang jalur Manokwari, Maruni, Oransbari, Ransiki hingga Mameh, Kamis (22/06/2017).

Kepala BPJN XVII Papua Barat bersama rombongan memantau posko arus mudik idul fitri 1438 Hijriyah dari Manokwari Hingga Teluk Bintuni, Kamis (22/06/2017)

Dijelaskan bahwa, Keinginan mendirikan Satgas Posko permanen tersebut dikarenakan kondisi geografis jalan di Papua Barat, tergolong masih ekstrim yaitu rawan banjir dan longsor.

“Memang konsekuensi dari karakteristik jalan yang bergunung dan curah hujan yang tinggi membuat peluang tanah bergerak,” ucapnya.

Selain itu lanjut Yohanis, terlepas baik mudik lebaran, natal dan tahun baru, kebutuhan Satgas Posko tersebut dirasa mendesak. Dan diharapkan dengan tersedianya (Satgas Posko permanen, Red) dapat membantu memberikan informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang tengah melalukan perjalan.

Kepala Balai XVII Papua Barat, Ir Yohanes Tulak Todingrara,M
T melihat langsung kondisi ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Manokwari-Mansel sudah terkikis dan nyaris putus akibat erosi

“Kami tengah merencanakan agar ada Satgas Posko pemantuan permanen yang selalu memantau kondisi di lapangan. Dan untuk sementara kita gunakan beskem mitra kerja (rekanan), sehingga Posko ini bisa berjalan dulu,” tukasnya
Untuk itu diharapkan kata dia lagi, hadirnya Posko ini di beberapa titik tersebut bisa sigap bergerak memantau dan menginformasikan serta mengatasi masalah di lapangan.

“Jadi ketika ada longsor atau pun banjir tim di lapangan bisa langsung bergerak menggunakan alat-alat berat yang ada,” tuturnya.

Kepala BPJN XVII Papua Barat, Ir Yohanes Tulak Todingrara, M.T (Tengah), PPK Satker Manokwari, Paimin (Kanan) dan Kasubdit GAKUM Ditlantas Polda Papua Barat, Kompol Fredericus Maclarembun,S.IK (Kiri) saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Gunung Botak, Kab.Mansel, Kamis (22/06/2017)

Sedangkan Kasubdit Penegakan Hukum (Gakum) Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat, Kompol Fredricus Maclarembun,S.IK yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa fatalitas kecelakaan lalulintas yang ada di Papua Barat sangat tinggi.

“Kita prinsipnya memberikan masukan pada BPJN. Misalkan memperbanyak dan melengkapi plang petunjuk jalan. Sehingga fungsi dan pemanfaatan jalan bisa berjalan baik,” ucapnya. (***)

Tinggalkan Komentar