Indonesia Jadi Tuan Rumah WPFD 2017

0
56
Har Pers Sedunia
WPFD

Teropong News – Indonesia dipercayakan UNESCO menjadi tuan rumah peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2017 atau World Pers Freedom Day (WPFD 2017) yang jatuh setiap tanggal 3 Mei 2017. Tema WPFD 2017 adalah  “Critical Minds for Critical Times: Media’s role in advancing peaceful, just and inclusive societies”. Kementerian Komunikasi dan Informasi bersama Dewan Pers republic Indonesia, jauh – jauh hari telah melakukan berbagai persiapan sebagai tuan rumah.

Dalam siaran Persnya pada 24 april 2017, Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan bahwa Indonesia ditunjuk UNESCO sebagai tuan rumah WPFD 2017 karena berbagai alasan. Di antaranya, Indonesia merupakan negara majemuk dengan penduduk yang beragam. Selain itu, Indonesia dianggap sebagai salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.  Berbagai promosi dan sosalisai juga telah dilakukan untuk menyambut  rangakain kegiatan PWFFD  2017 pada tanggal 1 – 4 Mei 2017 di Jakarta.

Rudiantara mengajak teman pers Indonesia untuk menghadiri WPFD yang akan dihadiri 1.300 jurnalis dalam dan luar negeri. “Kita mempunyai UU Pers tapi tidak punya Peraturan Pemerintah. Ini yang menjadikan tidak ada intervensi pemerintah. Hal ini kemudian yang akan menjadi rujukan bagi negara lain” jelas Rudiantara.

Sementara, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyebut bahwa Indonesia telah menjadi contoh dari kebebasan pers di tingkat dunia dari tahun ke tahun sejak 2013 sampai dengan saat ini. Ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia. Indonesia telah diminta menjadi tuan rumah sejak 2014, namun karena di Indonesia sedang menyelenggarakan Pemilu dan juga kebutuhan transisi kepemerintahan, maka ditunda pada tahun 2017. WPFD 2015 diselenggarakan di Latvia, sedangkan WPFD 2016 disleenggarakan di Finlandia. Pada saat 3 Mei 2017 di Finlandia tersebut  UNESCO telah menyerahkan Tuan Rumah penyelenggaraan WPFD 2017 kepada Indonesia.

Indonesia dianggap memberikan Inspirasi karena di Indonesia terdapat 47.000 media yang dapat berjalan tanpa campur tangan Pemerintah dan telah menikmati kebebasan pers dengan regulator nya adalah dari masyarakat per situ sendiri yaitu Dewan Pers.

Diketahui, Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa ( PBB ) tahun 1993, menetapkan tanggal 3 Mei sebagai hari untuk memeringati prinsip dasar kemerdekaan pers, demi mengukur kebebasan pers di seluruh dunia. Adopsi dalam Sidang Umum PBB tersebut merupakan Rekomendasi dari Konferensi Umum UNESCO sesi ke-26 pada tahun 1991. Sejak saat itu, setiap tanggal 3 Mei diperingati sebagai hari kebebasan pers dan media, juga menjadi peringatan bagi komunitas pers di seluruh dunia dalam mempromosikan prinsip-prinsip dasar kebebasan pers dan memberikan penghormatan kepada para wartawan yang gugur dalam tugas.(sumber ; NEWSWIRE.ID)

Tinggalkan Komentar