Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Mahasiswa Imamira Tuntut PT Belibis Papua Mandiri Tidak Naikan Harga Tiket

0 163

Sorong, TN- Aksi damai Ikatan Mahasiswa Misool Raya (Imamira) terhadap rencana kenaikan harga tiket oleh PT Belibis Papua Mandiri, dengan rute Sorong Misool Pulang Pergi (PP) sebesar Rp300 ribu, di halaman kantor PT Belibis Papua Mandiri di Jl.Jend Sudirman, dikawal ketat Marinir, Senin (14/1).

Aksi damai puluhan mahasiswa asli Misool Raja Ampat ini, diterima langsung Pengawas PT Belibis Papua Mandiri, Nasrudin, bersama sejumlah staf di perusahaan pelayaran tersebut.

Dalam aksi damai itu, mahasiswa Imamira, minta pihak perusahaan untuk tidak menaikan harga tiket dari Rp250 ribu menjadi Rp300 ribu, serta sejumlah tuntutan lainnya.

Adapun tuntutan mahasiswa Imamira sebagai berikut; Kami mahasiswa Misool menolak kenaikan harga tiket yang dikeluarkan oleh PT Belibis Papua Mandiri, Kami mahasiswa Misool meminta kepada PT Belibis Papua Mandiri agar menurunkan harga tiket kembali normal diharga Rp250 ribu.

Mereka juga meminta agar PT Belibis Papua Mandiri, memberlakukan kartu mahasiswa dan pelajar pada saat pembelian tiket dan pemeriksaan tiket diatas kapal, serta meminta agar perusahaan memberikan dispensasi kepada orang sakit.

Lewat pernyataan sikap tersebut, mahasiswa Imamira mengancam memboikot rute perjalanan kapal cepat milik PT Belibis Papua Mandiri dari Sorong ke Misool. Pernyataan sikap tersebut ditandatangani langsung oleh Muhammad Damin Leitafalas, sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Misool Raya.

Pengawas PT Belibis Papua Mandiri, Nasarudin. Foto wim/TN.

Pengawas sekaligus Penasehat PT Belibis Papua Mandiri, Nasrudin, ketika dikonfirmasi Teropongnews.com, mengatakan, rencana kenaikan harga tiket masih sebatas wacana, pihaknya sampai saat ini belum menaikan harga tiket kapal cepat rute Sorong Misool.

“Untuk kenaikan harga tiket itu, baru sifatnya wacana, namun sebelumnya kami sudah sosialisasikan sekitar dua minggu yang lalu, namun kami menunda sampai per 1 Februari mendatang karena belum ada ijin dari Pemda Raja Ampat,” ujar Nasarudin, usai gelaran aksi damai tersebut.

Ia menyebutkan, wacana kenaikan biaya tersebut tidak diadakan, apabila biaya Labuh Tambat di pelabuhan tidak dikenakan dua kali ditambah dengan biaya BBM.

“Terus terang perusahaan ini (PT Belibis Papua Mandiri.red) adalah perusahaan murni yang tidak ada subsidi langsung dari pemerintah daerah, dimana penumpang ke Misool itu paling banyak hanya 60 orang berarti 120 per PP, dimana estimasi kami itu sekitar 31 juta per PP,” jelas Nasrudin.

Terkait dengan tuntutan lainnya, seperti dispensasi kepada mahasiswa dan pelajar, menurutnya perusahaan akan menyetujui hal itu, dengan catatan harus memperlihatkan kartu mahasiswa dan pelajar.

Adapun rute kapal cepat Express Bahari 88 B seminggu tiga kali dengan pelabuhan tujuan Sorong Foley, Foley Yellu, dan Yellu Fafanlap, Fafanlap kembali ke Sorong.(*)

Anda mungkin juga berminat