Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gubernur Buka Palang Kantor PT Yongjing Investindo Prafi

0 0

Manokwari,TN– Akibat management PT Yongjing Investindo menghentikan operasional sehingga masyarakat pemilik hak ulayat memalang kantor perusahan kelapa sawit tersebut.
Dalam pernyataaan sikap masyarakat pemilik hak ulayat kebun kelapa sawit prafi, Kabupaten Manokwari menegaskan, aset alat-alat pabrik tidak boleh diangkat/ keluar karena mereka mengklaimnya.
Kemudian aksi pemalangan yang dilakukan masyarakat hanya bisa dibuka oleh Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan karena Dia juga kepala suku besar Arfak.
“Kami dari pemilik hak ulayat kebun inti menyatakan sikap : 1. Aset pabrik, alat-alat pabrik tidak boleh keluar/ diangkat, kami klaim, 2. Pengklaeman ini yang bisa buka hanya bapak kepala suku besar afrak, Dominggus Mandacan” tulis masyarakat pemilik hak ulayat dalam pernyataaan sikapnya di kantor PT Yongjing Invastindo Prafi, Rabu (24/05/2017)
Setelah mendapat informasi pemalangan tersebut, maka dihari pertama berdinas, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan langsung menuju tempat pemalangan untuk memenuhi permintaan masyarakat pemilik hak ulayat itu.
Melakulan pertemuan dengan pihak perusahan kelapa sawit dan masyarakat pemiik hak ulayat. “Melihat peryataan dari masyrakat dan juga kenyataan yang ada di pabrik ini saya akan undang semua pihak termasuk perusahaan PT Yongjing investindo prafi” kata kepala suku besar arfak kepada awak media usai membuka palang.
Dominggus mengatakan pabrik ini harus dibuka dengan harapan ada pihak yang bisa menyelesaikan hal ini, masyarakat prafi telah mengundang gubernur untuk membuka palang tersebut dan juga selaku kepala suku besar arfak untuk hadir dan mendengarkan apa yang menjadi asprirasi mereka.
“Menjadi harapan mereka dan nanti diselesaikan maka peryataan masyarakat sudah diterima gubernur dalam waktu dekat ini kami akan rapat terutama internal pemerintah, Kita akan rapat internal Pemeritah Provinsi dan Kabupaten Manokwari kita akan bahas bersama” ujarnya.
Sementara itu perwakilan pekerja PT Yongjing Invastindo Prafi, Roni Inor Mansim mengatakan, selama perusahan ini beroprasi di dataran Prafi tidak memperhatikan pemilik hak ulayat dengan baik, begitu juga petani PIR sangat menderita.
Setelah Gubernur membuka palang pabrik PT Yongjing invastindo maka kegiatan berjalan kembali, “Pabrik bisa menerima kembali buah atau TBS seperti biasa, kami tidak ijinkan untuk buah kami dijual ke PT Capitol”tegas Roni Mansin
Putra asli dataran Prafi itu mengharapkan apabila pemerintah mengambil alih persoalan pabrik kelapa sawit maka harus memperhatikan hak-hak pemilik hak ulayat yang belum supaya dibayarkan dengan sebaik-baiknya.(***)

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: