​BPJS Dukung Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Serviks

0
64

MANOKWARI, TN – Dalam rangka dukungan BPJS Kesehatan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang berfokus pada upaya promotif preventif terutama terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) Serta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke 49, BPJS Manokwari bersama jajaran kesehatan melakukan kegiatan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta JKN – KIS di Puskesmas Wosi Manokwari, yang diselanggarakan mulai tanggal 13 Juli / 31 Juli 2017.

” BPJS Kesehatan mendukung program gerakan nasional guna mencegah dan mendeteksi kanker serviks pada perempuan yang digagas oleh pemerintah melalui Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Ibu Negara, Iriana Widodo,”Ujar Kepala BPJS Cab Manokwari Florinsye Tamonob, S.Kep,Ns,M.Kes, kepada teropongnews, disela waktu kegiatan tersebut, Kamis (13/7) pagi usai membuka kegiatan tersebut.

Terkait hal ini Florinsye menegaskan, layanan pemeriksaan IVA/ Papsmear yang diselenggarakan ini mendapat jaminan oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta masyarakat yang hendak datang memeriksakan dirinya wajib menyertakan JKN-KIS sehingga tidak perlu kuatir dengan biayanya. 

” Sebagai informasi, Kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan, “Jelasnya

Lanjutnya mengatakan, program promotif dan preventif yang  telah dilakukan dan dikerjakan bersama instansi kesehatan lainnya diharapkan menjadikan tes IVA awal pada wanita khususnya sebagai sebuah gerakan  pentingnya sosialisasi pada masyarakat untuk rutin memeriksakan dirinya dan kesehatan dinding rahimnya. 

” Tidak semua ibu memiliki keinginan untuk memeriksakan diri lewat tes IVA maupun papsmear karena ini terkait privasi. Namun jika diabaikan dan jika baru terdeteksi pada stadium lanjut, dimana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal,”imbaunya

Oleh sebab itu,  melalui deteksi dini dan pemberian vaksinasi dengan tes IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat merupakan cara deteksi dini kanker pada perempuan yang sudah berhubungan intim yang bisa dilakukan di puskesmas maupun bidan terlatih. Teknologi IVA memiliki sensitivitas yang baik bahkan bisa mendeteksi lesi (luka) pra kanker di leher rahim.

Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dini pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Adapun diketahui sampai dengan bulan mei 2017 tercatat deteksi dini yang telah dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 101.097 peserta, sementara Papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta. (*)

Tinggalkan Komentar