Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Norwegia – Papua Barat Nyatakan Komitmen di Bidang Konservasi Hutan dan Laut

0 154

Manokwari, TN- Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan kerajaan Norwegia nyatakan komitmen untuk meningkatkan bidang konservasi hutan dan laut di daerah ini.

Komitmen kerjasama ini merupakan keseriusan menindaklanjuti diskusi awal antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Dengan Kerajaan Norwegia beberapa waktu lalu di Norwegian terkait komitmen perlindungan Hutan dan Laut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Swissbell-hotel Sorong, Kamis (14/2) dihadiri menteri Iklim dan lingkungan hidup kerajaan Norwegia, Ola Elvestuen, duta besar kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Vegan Kaale, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang diwakilkan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Dr Ruandha Sugerdirman dan staf.

Sementara Provinsi Papua Barat dihadiri, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Walikota Sorong, Drs Ec Lamberthus Jitmau,M.M, Bupati Sorong, Dr Jonny Kamuru,S.H.,M.Si, Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggaluli dan Bupati Tambrauw, Gabriel Assem
Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan dalam Diskusi bersama Pemerintah Kerajaan Norwegia berkomitmen menjadikan Papua barat provinsi berkelanjutan dan pro konservasi.

Dukungan bantuan NICFI (Norwegia) telah berhasil melaksanakan konferensi Internasional Keanekaragaman Hayati Ekowisata dan Ekonomi Kreatif(ICBE) beberapa waktu lalu merupakan wujud nyata dalam keseriusan pemerintah Yang melahirkan 14 kesepakatan dan komitmen menjadi babak baru pembangunan berkelanjutan ditanah papua, minimal berkomitmen mengakomodir 70% luas daratan menjadi kawasan Hutan Lindung.
Upaya yang dilakukan diantaranya meningkatkan pencegahan deforestasi dengan meninjau kembali proses perizinan, dan memperkuat penataan ruang yang lebih pro lingkungan, memperluas dan meningkatkan pengelolaan kawasan perlindungan alam baik hutan, laut dan kawasan penting bagi masyarakat adat.

Mendorong pengakuan hak-hak masyarakat adat, mengembangkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau serta pemanfaatan jasa-jasa lingkungan dimana pariwisata merupakan leading sektor bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Gubernur menambahkan upaya lain yang di lakukan antara lain mendukung pembatasan pengiriman kayu bulat ke luar papua barat dan perlindungan total ekosistem mangrove dan gambut papua barat, memberantas ilegal logging dan penegakan hukum serta mencegah pencemaran lingkungan dengan pembatasan dan penghapusan kemasan dan kantong plastik.

Dominggus mengakui masih adanya kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah diantaranya jumlah penduduk sekitar 1,1 juta orang masih menggantungkan hidupnya pada sumber daya Alam dan 25 % penduduk di papua terkategori miskin berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia(IPM).

“Dikala Papua Barat yang memiliki kekayaan alam baik tanah, hutan dan mineral yang melimpah namun masih ada penduduk yang tergolong miskin. Ditambah lagi pembangunan infrastuktur yang belum optimal dan Rendahnya Kapasitas Sumber daya manusia” Ungkap Dominggus Mandacan sesuai press release yang diterima media ini di Manokwari, Kamis siang.

Sementara itu, Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Kerajaan Norwegia, Ola Elvestuen mengatakan, sangat mendukung pemerintah Indonesia khususnya Provinsi Papua Barat, Untuk itu kerjasama ini berupaya untuk mengatasi perubahan iklim tersebut dimana sudah berlangsung selama 10 tahun, sehingga melalui kementerian Bapenas dan keuangan akan dtingkatkan lagi kerjasama yang selama ini sudah terjalin.

“Indonesia termasuk provinsi Papua barat memiliki hutan yang sangat luas dan berperan penting bagi dunia, karena hutan dapat menyerap karbo yang sangat besar.

Pemerintah Norwegia melalui diskusi dengan gubernur di norwegia berkonsentrasi pada konservasi keanekaragaman hayati bukan hanya saja hutan tetapi juga laut, Norwegia berkomitmen akan mendukung penuh program pemerintah Papua barat termasuk pendanaan” pungkasnya.

Anda mungkin juga berminat