Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Komisi IV DPR RI Sempurnakan RUU Konservasi

0 29

Sorong, TN- Komisi IV DPR RI, Dapil Provinsi Papua Barat, Dr. Michael Wattimena, SE, MM, dan Robert Yopi Kardinal, melakukan audiensi bersama Rektor, para Dekan dan sejumlah Pakar di Universitas Muhammadiah (UMS Sorong, terkait Rancangan Undang Undang (RUU) Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Forum Group Diskusi (FGD) ini bertujuan untuk mendengarkan masukan, pendapat dan pandangan para pakar terkait perubahan RUU Konservasi di Indonesia.

“Hari ini kami komisi Panja komisi 4 DPR RI melakukan kunjungan dalam pembahasan RUU tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dalam hal ini pembahasannya di Universitas Muhammadiyah Sorong,” ujar Pimpinan Komisi IV DPR RI, Bung Michael Wattimena (BMW).

“Kami berharap audiensi seperti ini bisa terus berlangsung dalam penyempurnaan RUU tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sebab kalau kita berbicara UU payung, maka kita membutuhkan pemahaman yang komprehesif untuk membahasnya,” lanjut BMW.

Dalam kegiatan FGD ini menurut BMW, saat ini UU Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, sedang dalam proses perbaikan.

“Kenapa sampai undang-undang nomor 5 tahun 1990 ini perlu ada perbaikan yang pertama karena ada paradigma baru di mana sistem pemerintahan kita sudah tidak lagi sentralistik tetapi desentralisasi dimana kewenangan itu sebagian besar diberikan kepada pemerintah pada tingkat provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI, Robert Yopi Kardinal, menyoroti persoalan burung cenderawasih yang dipakai sebagai mahkota untuk menyambut tamu dari Jakarta atau kegiatan-kegiatan adat, menurutnya hal tersebut akan memusnahkan kembang biakan jenis burung yang dikindungi itu.

“Berbicara tentang Konservasi, satu kebiasaan masyarakat Papua yang menjadikan burung Cenderawasih sebagai mahkota penyambutan para tamu, baik itu tamu daerah atau tamu dari pusat, ini sangat mengancam keberadaan burung yang dilindungi oleh negara itu, kalau kebiasan itu terus dilamukan Cenderawasih di Papua akan punah,” tegasnya.(*)