Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Papua Barat Diminta Pertahankan Capaian Target POPM Filariasis

0 86

Sorong, TN- Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Dinas Kesehatan, menggelar Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis dalam upaya peningkatan minum obat Filariasis regional Sorong, di hotel Vega Kota Sorong, Kamis (20/9).

“Pemberian Obat Pencegahan Masal Filariasis untuk tahun 2018 ini, sudah masuk tahun keempat, jadi POPM ini kami mulai dari tahun 2015 secara nasional, nanti tahun 2019 itu secara nasional akan berakhir,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorrongan.

Dari hasil survey tahun 2015, Papua Barat merupakan salah satu daerah yang endemis penyakit Kaki Gajah (Filariasis).

Dari 13 Kabupaten/Kota, 12 diantaranya masuk dalam kategori endemis, kecuali Kabupaten Pegunungan Arfak yang tidak masuk dalam kategori endemis.

Menurutnya, pemerintah telah menetapkan target nasional eliminasi Filariasis pada tahun 2020 mendatang dengan dua strategi.

“Ada dua strategi eliminasi Filariasis, yang pertama POPM Kaki Gajah selama lima tahun berturut-turut dengan target capaian minimal 85 persen setiap tahun dwngan sasaran usia dua sampai tujuh puluh tahun dan penatalaksanaan kasus Filariasis kronis,” jelasnya.

Peserta sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis. Foto/wim.

Dikatakan, pada tahun 2015 lalu, POPM dilaksanakan di 9 Kabupaten, hasilnya 5 Kabupaten mencapai target, sedangkan 4 diantaranya tidak mencapai target.

Sementara ditahun 2016, ada 12 Kabupaten/Kota yang melaksanakan POPM, namun hanya 5 Kabupaten saja yang mencapai target.

Pada tahun 2017 dari 12 Kabupaten yang melaksanakan POPM, 11 Kabupaten akhirnya dapat memenuhi target, kecuali kabupaten Maybrat dengan alasan situasi politik yang belum kindusif.

Atas keberhasilan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) Filariasis itu, akhirnya Pemerintah pusat memberikan penghargaan kepada Papua Barat dengan melakukan pencanangan program POPM Filariasis di Kabupaten Sorong oleh menteri kesehatan RI dalam waktu dekat.(*)