Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kejam, Ayah Setubuhi Anak Tirinya Yang Masih Dibawah Umur

0 174

Sorong, TN – Supriyadi (53), warga jalan Menur kelurahan Mariyai distrik Aimas, kabupaten Sorong, diamankan Sat Reskrim Polres Sorong lantaran menyetubuhi anak tirinya yang masih berusia 14 tahun, sebut saja Melati.

Supriyadi diamankan pada Selasa (26/01) di jalan kontener SP 3, usai ibu korban membuat laporan Polisi di Polres Sorong.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah menyetubuhi anak tirinya baru satu kali,”ujar Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Fernando S. Saragi S,Ik saat menggelar press release di Mapolres Sorong, Kamis (07/2).

Pertama kali  kasus persetubuhan itu terungkap saat korban mengirim sms kepada ibunya, dengan isi pesan “mama pilih bapak atau pilih saya”. Dari situlah sang ibu curiga dan menanyai putrinya, hingga akhirnya ia menceritakan apa yang menimpa dirinya. Tak terima anaknya disetubuhi, ibu korban pun melaporkan suaminya itu ke Polres Sorong.

Kronologis persetubuhan tersebut terjadi pada tanggal 18 Januari 2019 sekitar pukul 10.00 WIT.  Saat itu Supriyadi mengajak anak tirinya berbelanja di salah satu toko di SP 2, namun ternyata Supriyadi membawanya ke rumah kosong yang berlokasi di jalan trend SP 3, Kabupaten Sorong.

Kepada media ini, Supriyadi mengaku melakukan persetubuhan tersebut dikarenakan hubungannya dengan sang istri yang dinikahinya 8 bulan lalu tidak lagi harmonis dan selalu terlibat cekcok. Hingga akhirnya Supriyadi melampiaskan nafsu birahinya kepada Melati, anak tirinya.

Supriyadi mengaku menyesal dengan apa yang telah ia perbuat terhadap anak tirinya itu, yang mana sebagai ayah sambung semestinya ia menjadi pelindung bagi sang anak, bukan malah menghancurkan masa depan anaknya.

“Saya menyesal sekali dengan perbuatan saya ini. Ini akan saya jadikan sebagai pengalaman hidup saya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar kedepan tidak terulang lagi,”ucapnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini Supriyadi mendekam di sel tahanan Polres Sorong. Ia dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan 3 Jo pasal 76D UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.