Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kapolda Maluku Anggap 3 Oknum Polisi Ini “Penghianat” Polri

0 775

Ambon, TN – Kapolda Maluku Irjen Pol. Royke Lumowa menilai 3 oknum polisi yakni, ERL, A dan N di jajaran Polda Maluku, sebagai “penghianat” Polri.

Mereka terancam dipecat, karena sebagai anggota penegak hukum, ketiganya justru telah melawan aturan.

ERL merupakan tersangka kasus pembunuhan yang menyebabkan Vlegon Pitris, warga Kota Ambon meninggal dunia.

Sementara A dan N diduga menerima suap untuk mengijinkan penambang ilegal beroperasi di tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru.

“Untuk kasus penembakan warga dengan tersangka anggota Polri, kasusnya tetap berjalan terus, berkas tahap I sudah dilimpahkan kepada jaksa,” ungkap Kapolda Royke kepada wartawan, di Ambon, Kamis (6/12).

Briglpol ERL akan menjalani proses hukum pidana terlebih dahulu. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang kode etik Kepolisian.

“Proses pidananya duluan dijalani setelah itu baru dilanjutkan dengan sidang kode etik Polri. Sudah pasti ancamannya tersangka akan dipecat dari Polri dan itu tidak perlu untuk menunggu lama.

Prosedur hukum benar tidak ada yang pernah dilangkahi, dan selaku Kapolda Maluku saya bertekad yang bersangkutan harus dipecat,” tegasnya.

Menurutnya, sebagai aparat penegak hukum, seorang polisi harus menegakkan hukum, bukan malah sebaliknya membengkokan aturan. Resikonya, siapapun yang melanggar penegakan hukum sudah pasti menanggung akibatnya.

“Polisi sebagai penegak hukum, kok hukumnya tidak ditegakan malah dibengkokan. Dia sendiri yang melanggar, ya sudah pasti harus tanggung resikonya, bersalah besar,” sebutnya.

Selain ERL, oknum anggota A yang bertugas di Polres Pulau Buru dan N di Polsek Waeyapo Pulau Buru, juga akan menerima hal yang sama yakni terancam hukuman Pecat Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Keduanya diduga telah berkhianat dan bersalah besar, karena di saat Polda Maluku sedang giat-giatnya melakukan penutupan dan membersihkan pertambangan emas Gunung Botak, mereka malah diam-diam memasukan penambang ilegal.

“Selain PTDH kepada tersangka penembak warga, 2 anggota Polri ini juga saya anggap penghianat dengan memasukan penambang secara diam-diam,” tegasnya.