Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kadis LH Maluku Bakal Diperiksa Bareskrim Di Jakarta

0 35

Ambon, TN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Maluku, Vera Tomasoa akan diperiksa Penyidik Subdit 2 Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Mabes Polri, sebagai saksi kasus tambang emas Gunung Botak, Pulau Buru. Pemeriksaan sendiri akan dilakukan di Jakarta.

Vera Tomasoa akan dipanggil untuk dimintai keterangannya di Markas Bareskrim Polri di Jakarta, lantaran sebelumnya tidak memenuhi panggilan pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Maluku, Kamis (10/1) lalu.

Vera dipanggil untuk diperiksa kedua kalinya seputar perizinan lingkungan hidup yang dikeluarkan kepada 3 perusahaan yaitu PT. BPS, SSS dan PIP, yang beroperasi di kawasan pertambangan emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Pemeriksaan nanti khususnya perijinan PT. PIP.

“Katanya dia (Kadis) tidak ada di Ambon. Makanya tidak datang untuk diperiksa kemarin (Kamis). Kami akan panggil dia lagi untuk diperiksa di Jakarta,” kata Kasubdit 2 Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol. Sulistiyono kepada wartawan, Senin (14/1).

Menurut dia, selain Vera, pada Jumat (11/1) kemarin, pihaknya juga sedang memeriksa empat orang pegawai PT. PIP di Markas Ditreskrimsus Polda Maluku. Mereka yang diperiksa adalah HB Sirait, Jonson Sihaloho, Besli Sihite dan Supangat. Empat pegawai ini diperiksa khusus terkait masalah lingkungan hidup.

Keempat pegawai PIP itu diperiksa sejak pukul 10.00 WIT hingga pukul 20.00 WIT. Belasan pertanyaan dicecar penyidik seputar pengelolaan pertambangan yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan hidup.

Sehari sebelumnya, kata mantan Direktur Krimsus Polda Maluku ini, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap Kadis Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru. Pemeriksaan berlangsung di Markas Polres Pulau Buru, Namlea, Ibukota Kabupaten Buru.

Menurutnya, Kadis Lingkungan Hidup Pemkab Buru diperiksa karena terdapat perizinan yang dikeluarkan tentang kelayakan lingkungan. Ijin itu yang kemudian dipakai perusahaan untuk melakukan aktivitas pertambangan emas.

“Hari Jumat lalu, ada pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Maluku. Sementara masih berjalan. Kadis Lingkungan Hidup Buru juga diperiksa,” kata dia.

Kedatangan tim Subdit 2 ke Provinsi Maluku, khususnya di Kota Ambon dan Kabupaten Buru, tambah Sulistiyono atas perintah Direktur Tipidter Bareskrim Polri. Fokus tim saat ini adalah memeriksa PT. PIP, khususnya di masalah lingkungan hidup.

“Untuk PIP, kami sudah tingkatkan laporan polisi (dari lidik ke sidik). Dan kemarin juga sudah ke lokasi kolam-kolam yang diduga mengandung B3 untuk di police line (garis polisi). Ada 3 alat berat juga yang kami police line,” ujarnya.

Dia katakan, penyelidikan terhadap persoalan di Gunung Botak berlangsung sejak ditutup pemerintah tahun 2018 lalu. “Kurang lebih 2 Bulan atau beberapa minggu sebelum penutupan Gunung Botak kami lakukan penyelidikan terhadap 3 perusahaan yakni PT. BPS, PIP dan SSS,” tandasnya.(*)

Anda mungkin juga berminat