Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kades Bantah Ada Penyelewengan ADD-DD di Negeri Air Besar

0 51

Ambon, TN – Kepala Desa (Kades) Negeri Air Besar, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Ipakit Libreck, membantah, adanya penyelewengan Alokasi Dana Desa (AD) dan Dana Desa (DD) tahun 2018 di Negeri Air Besar, seperti yang diberitakan salah satu media lokal di Kota Ambon, Provinsi Maluku edisi, Jumat 25 Januari 2019.

“Dalam pemberitaan itu, mereka sampaikan bahwa saya dan perangkat Negeri (Air Besar) telah melakukan praktek korupsi ADD dan DD tahun 2018 senilai kurang lebih Rp1 miliar lebih.
Padahal, proyek itu seluruhnya berjalan. Memang, ada beberapa proyek yang belum selesai, namun anggarannya masih ada dan tidak dikorupsi,” kata Ipakit saat menghubungi Teropongnews.com, Rabu (30/1).

Ipakit beranggapan bahwa berita yang disampaikan tersebut merupakan hoax atau berita bohong. Pasalnya, Polly Pattipeilohy yang dijadikan sebagai narasumber berita tersebut, bukan warga Desa Air Besar.

“Ternyata di Desa Air Besar ini, tidak ada masyarakat yang bermarga Pattipeilohy apalagi yang bernama Polly. Jadi bagi kami, berita ini bohong belaka yang sengaja dihembuskan orang-orang yang tidak bertanggungjawab, sehingga bisa merugikan pihak kami. Khan aneh, orangnya saja hoax, berarti beritanya juga bohong,” tegas dia.

Kades kemudian membeberkan, untuk tahun 2019 ini, pihaknya sementara membangun 6 buah unit rumah layak huni. Saat ini, proses pekerjaan sudah mulai dilakukan, lantaran material untuk proyek ini sudah mulai didistribusikan ke lokasi 6 buah unit rumah layak huni ini.

Selain itu proyek 6 buah unit rumah layak huni, kata Ipakit, pihaknya juga sementara merehab Balai Desa sepanjang 6 meter karena sudah mengalami kerusakan. Proyek inipun sementara berjalan.

“Kami juga meminta bantuan dana, untuk program pemberdayaan yakni, renovasi gereja dengan item pekerjaan pemasangan keramik. Sementara untuk pembangunan drainase, juga sementara dilakukan oleh Panitia Hari Besar Gerejawi (PHBG), namun masih ada sekitar 2-3 meter yang belum diselesaikan. Tetapi kami sudah menggelar rapat, dan mendesak agar pekerjaan drainase bisa diselesaikan,” beber Kades.

Ipakit juga mempersilahkan Pemerintah Kabupaten Malteng dan aparat penegak hukum untuk datang melihat proses pembangunan yang sementara berjalan tersebut. “Berita yang dimuat tersebut terkesan tendensius dan tidak memiliki bukti-bukti,” tandasnya.(*)

Anda mungkin juga berminat