Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Januari 2019, Inflasi Maluku Turun 0,51 Persen

0 18

Ambon, TN – Tekanan pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan menjadi faktor menurunnya inflasi Maluku pada Januari 2019. Jika pada Desember 2018 inflasi sebesar 4,73 persen (mtm), maka Januari 2019 jauh menurun yakni sebesar 0,51 persen (mtm).

“Penyebab terbesar terjadinya penurunan, disebabkan komoditas angkutan udara, yang beberapa rute penerbangannya tidak lagi beroperasi dan berkurangnya frekuensi penerbangan dari beberapa maskapai,” ujar Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi (TAPE) Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Andy Setyo Biwado, kepada wartawan, di Ambon, Kamis (7/2).

Persoalan ini, kata dia, menjadi pemicu harga tiket angkutan udara masih relatif tinggi meskipun telah terjadi penurunan. Inflasi Provinsi Maluku bulan Januari 2019 menurun dan berada pada sasaran inflasi.

“Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Maluku pada bulan Januari 2019 tercatat sebesar 0,35 persen (month to month/mtm) atau sebesar 3,11 persen (year on year/yoy), berada pada sasaran target Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Maluku sebesar 3,5 persen ± 1 perawn (yoy). Inflasi Maluku pada Januari 2019 tersebut lebih rendah, dibandingkan inflasi pada bulan Desember 2018 yang sebesar 1,14 persen (mtm) atau 3,35 persen (yoy),” beber dia.

Dia mengaku, turunnya inflasi kelompok bahan makanan pada bulan Januari 2019 turut memberikan andil terhadap turunnya inflasi Maluku.

“Inflasi kelompok bahan makanan pada Januari 2019 sebesar 0,29 persen (mtm), lebih rendah dari pada bulan Desember 2018 yang sebesar 1,43 persen (mtm). Penyebab turunnya inflasi kelompok bahan makanan utamanya disebabkan oleh turunnya inflasi pada subkelompok sayur-sayuran, utamanya pada komoditas kacang panjang dan buncis yang merupakan sayuran yang diproduksi oleh petani lokal di Maluku,” jelasnya.

Namun demikian menurut Andy, penuruan inflasi di Maluku mereda disebabkan oleh kelompok sandang yang mengalami inflasi. Inflasi kelompok sandang pada Januari 2019 sebesar 1,00 persen (mtm), lebih tinggi dari Desember 2018 yang sebesar 0,16 persen (mtm).

“Inflasi kelompok sandang utamanya disebabkan oleh subkelompok sandang wanita, serta subkelompok sandang anak-anak atau bayi. Kenaikan harga sandang di Maluku searah dengan meningkatnya biaya logistik, karena Provinsi Maluku masih bergantung kepada provinsi lain dalam pemenuhan pasokan sandang,” ujarnya.(*)

Anda mungkin juga berminat